E satu.com (Kota Cirebon) - Wacana penerapan sistem QRIS dalam penyetoran retribusi parkir di Kota Cirebon mendapat dukungan dari Ketua GM FKPPI X-15 Kota Cirebon, M Dany Jaelani.

Sistem pembayaran digital itu dinilai dapat menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola parkir.

Dany mengatakan, langkah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon yang tengah mengkaji penerapan sistem tersebut merupakan langkah positif menuju pengelolaan parkir yang lebih baik.

"QRIS parkir merupakan langkah kecil menuju tata kelola yang lebih besar," kata Dany, Minggu (13/9/2026).

Sebelumnya, Dishub Kota Cirebon menyatakan masih mengkaji kemungkinan penerapan QRIS untuk penyetoran retribusi parkir.

Sistem tersebut disiapkan sebagai salah satu alternatif agar juru parkir dapat menyetorkan hasil parkir secara langsung tanpa harus menunggu kolektor.

Selama ini, setoran dari juru parkir dikumpulkan melalui kolektor. Namun, jumlah kolektor disebut semakin berkurang karena sebagian telah memasuki masa pensiun.

Dishub Kota Cirebon pun tengah mengkaji sejumlah alternatif dalam pengelolaan parkir.

Selain penggunaan QRIS, opsi yang dibahas di antaranya kerja sama dengan pihak ketiga hingga penerapan sistem parkir berlangganan.

Menurut Dany, penggunaan sistem digital berpotensi membuat pengelolaan retribusi parkir menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.

Dengan adanya pencatatan secara digital, kata dia, aliran setoran dapat tercatat lebih baik sehingga potensi kebocoran dapat diminimalkan.

"Setoran bisa lebih transparan dan ada data digital yang dapat digunakan untuk pengawasan. Ini juga sejalan dengan perkembangan digitalisasi," ucapnya.

Dany menegaskan, penerapan sistem QRIS tidak seharusnya dipandang sebagai langkah yang menyulitkan para juru parkir.

Menurutnya, tujuan utama dari pembenahan sistem tersebut adalah menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib sekaligus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cirebon.

"Yang terpenting bagaimana sistem yang diterapkan bisa membuat pengelolaan parkir lebih tertib, transparan dan pada akhirnya dapat mengoptimalkan PAD," pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top