E satu.com (Kota Cirebon) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan groundbreaking pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).

Prosesi groundbreaking ditandai dengan pemencetan tombol dan peletakan batu bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dirjen Perikanan Tangkap Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, perwakilan lender Islamic Development Bank (IsDB) Anisa Pratiwi, serta Wali Kota Cirebon Effendi Edo.

Pengembangan PPN Kejawanan tersebut menelan investasi sekitar Rp459 miliar yang bersumber dari pinjaman lender Islamic Development Bank (IsDB).


Proyek ini akan memperluas kawasan pelabuhan secara signifikan. Dari kondisi eksisting seluas 28 hektare dengan kolam seluas 11 hektare, setelah pengembangan luas lahan ditargetkan menjadi 42,8 hektare dan luas kolam mencapai 26 hektare.


Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengembangan PPN Kejawanan merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan transformasi terhadap pelabuhan perikanan di Indonesia.

Ia berharap pelabuhan tersebut nantinya menjadi fasilitas perikanan yang modern, bersih, higienis, sekaligus terintegrasi dengan sektor pariwisata.

"Kita akan lihat, kita monitor. Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata sesuai dengan karakter-karakter," ujar Trenggono.

Ia meminta dukungan semua pihak agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.


"Ini mohon doa agar ini bisa berjalan dengan baik," katanya.


Trenggono menjelaskan, pembangunan PPN Kejawanan merupakan bagian dari agenda pembenahan pelabuhan perikanan secara nasional.

"Hampir Rp500 miliar, tepatnya Rp459 miliar. Selain di sini nanti juga ada di Pengambengan di Bali," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan tersebut diarahkan untuk mengubah kondisi sejumlah pelabuhan perikanan yang selama ini dinilai belum optimal dari sisi produktivitas, kebersihan, maupun standar pelayanan.

"Tujuan besarnya dari PPN ini, kalau teman-teman lihat pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia kan tumbuh, ya tidak produktif, kumuh, bau. Nah, ini adalah reformasi yang kita lakukan, perubahan yang sangat mendasar," katanya.

Selain meningkatkan produktivitas perikanan, pengembangan pelabuhan juga diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.

"Kalau akan memiliki tingkat bagus dan kemudian pasti akan diterima dengan baik di pasar internasional, itu tujuannya nomor satu. Yang nomor dua, wilayahnya juga bisa digunakan untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi berikutnya, yaitu sektor pariwisata dan seterusnya," tutur Trenggono.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap Komjen Pol (Purn) Lotharia Latif mengatakan, pembangunan PPN Kejawanan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perikanan tangkap.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekonomi biru sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Lotharia menjelaskan, proyek integrasi tersebut didukung pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Media Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi berdasarkan kontrak tertanggal 30 Juli 2026.

"Pembangunan ini adalah menyiapkan pelabuhan perikanan sebagai pusat produksi dan ekspor produk perikanan dengan layanan one stop service dan one stop solution bagi nelayan dan pengusaha perikanan lokal," jelasnya.

Pengembangan juga diarahkan untuk menghasilkan pelabuhan yang lebih modern, higienis, berwawasan lingkungan, serta memiliki tingkat ketelusuran yang baik guna mendukung kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

Pekerjaan pembangunan direncanakan berlangsung selama 730 hari kalender atau sekitar 24 bulan, mulai 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.

Lingkup pekerjaan mencakup pekerjaan persiapan, pembangunan sisi laut, serta pembangunan sisi darat.


Pada 2026, pekerjaan difokuskan pada persiapan dan pembangunan infrastruktur sisi laut maupun darat. Pembangunan dilanjutkan pada 2027, sedangkan pada 2028 dilakukan penyelesaian pekerjaan dan serah terima proyek.


Setelah pembangunan selesai, kapasitas pelabuhan diproyeksikan meningkat dari sekitar 41 unit kapal menjadi 500 unit kapal.

Produksi ikan juga ditargetkan meningkat dari sekitar 5.600 ton per tahun menjadi 32.000 ton per tahun.

Peningkatan aktivitas pelabuhan tersebut diproyeksikan turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 2.900 orang menjadi 8.000 orang.

Sementara kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sumber daya alam diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top