E satu.com (Kota Cirebon) - Generasi Muda
Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM.FKPPI) memasuki usia ke-48 tahun. Perjalanan hampir lima dekade tersebut dinilai bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa estafet semangat para pendiri bangsa terus menyala hingga saat ini.
Ketua GM.FKPPI Kota Cirebon, M Danny Jaelani, mengatakan perjalanan FKPPI telah melewati berbagai fase perjalanan bangsa, mulai dari era Orde Baru, reformasi hingga era digital saat ini.
Menurutnya, semangat Pancasila yang menjadi bagian dari identitas organisasi harus terus dijaga dan diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat dan negara.
Hal tersebut sejalan dengan tema peringatan HUT ke-48 GM.FKPPI, yakni "Bhakti Kami 4BADI Untuk Ibu Pertiwi".
"Di usia 48 tahun ini, pertanyaannya bukan sudah sejauh apa kita rayakan, tetapi sudah seberapa besar bhakti kita untuk negeri," kata Danny, kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Danny mengatakan, tantangan bangsa ke depan semakin besar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan waktu yang tersisa sekitar 19 tahun, generasi muda dihadapkan pada berbagai persoalan yang berbeda dibandingkan masa perjuangan fisik.
"Tantangan kita bukan lagi perang fisik, tetapi perang ideologi, perang data, perang ekonomi dan perang melawan kemiskinan," ujarnya.
Menurut Danny, kondisi tersebut menjadi ujian bagi GM. FKPPI.
Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan pembangunan bangsa.
GM.FKPPI, kata dia, harus mampu menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan bangsa. Semangat tersebut juga tercermin dalam tema "Dari GM.FKPPI Untuk Indonesia Emas 2045".
"Di sinilah peran GM.FKPPI diuji. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi solusioner," katanya.
Danny berharap, di usia ke-48 tahun, GM.FKPPI mampu menjadi jembatan lintas generasi. Para senior dapat memberikan pengalaman, kedisiplinan dan pemahaman sejarah kepada generasi muda.
Sementara generasi muda diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru serta pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan zaman.
"Senior mengajarkan disiplin dan sejarah. Junior memberikan ide dan teknologi. Duduk satu meja, beda usia, tetapi satu tujuan, Indonesia yang lebih baik," ujarnya.
Selain itu, Danny juga menekankan pentingnya pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, semangat bakti kepada bangsa tidak boleh berhenti pada slogan maupun kegiatan seremonial.
"Turun ke bumi, hadir untuk rakyat. Bakti itu harus nyata. Jangan sampai kita besar di spanduk, tetapi kecil dalam aksi," katanya.
GM.FKPPI juga diharapkan terus menjaga budaya bangsa sebagai bagian dari jati diri nasional.
Danny menilai perjalanan 48 tahun pengabdian harus menjadi bekal untuk terus melangkah dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.
"Ke belakang kita boleh bangga, tetapi juga harus belajar. Karena pada akhirnya, pengabdian kitalah yang akan diingat oleh Ibu Pertiwi," pungkasnya. (Wandi)








.webp)










Post A Comment:
0 comments: