E satu.com 
(Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap berbagai modus penipuan dalam transaksi tiket kereta api secara online. Salah satu modus yang perlu diwaspadai yakni penipuan dengan memanfaatkan fasilitas PayLater milik korban.

Dalam modus tersebut, pelaku membujuk korban yang ingin melakukan perjalanan menggunakan kereta api untuk membeli tiket menggunakan fasilitas PayLater.

Pelaku kemudian mengarahkan korban membeli tiket dengan fasilitas PayLater miliknya, namun menggunakan identitas pelaku sebagai penumpang.

Setelah tiket berhasil terbit, pelaku melakukan pembatalan tiket melalui aplikasi Access by KAI.

Dana pengembalian atau refund dari pembatalan tiket kemudian diterima pelaku, sementara kewajiban membayar cicilan PayLater tetap melekat pada akun korban.


Kondisi ini berpotensi menyebabkan korban mengalami kerugian finansial karena harus tetap membayar cicilan atas transaksi yang dana refund-nya diterima pihak lain.


Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan atau meminta bantuan pembelian tiket menggunakan fasilitas PayLater pribadi.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila ada pihak yang meminta menggunakan fasilitas PayLater untuk membeli tiket kereta api, terlebih apabila tiket tersebut menggunakan identitas orang yang meminta bantuan," ujar Muhibbuddin.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa transaksi PayLater tetap menjadi tanggung jawab pemilik akun. Karena itu, fasilitas tersebut jangan sampai digunakan pihak lain hingga menimbulkan kerugian.

"Masyarakat jangan hanya memastikan tiket berhasil dibeli. Perlu diperhatikan juga siapa yang menjadi penumpang, siapa yang menguasai tiket, siapa yang dapat melakukan pembatalan, serta ke mana dana refund akan dikembalikan," katanya, Senin (14/9/2026).

"Apabila seluruh proses tersebut berada di tangan pihak lain, sementara kewajiban cicilan berada pada kita, tentu risikonya sangat besar," sambungnya.

Muhibbuddin mengatakan fasilitas PayLater merupakan metode pembayaran yang menimbulkan kewajiban pembayaran kepada pemilik akun sesuai ketentuan penyedia layanan. Karena itu, setiap transaksi harus dilakukan secara hati-hati dan berada dalam kendali pemilik akun.

KAI Daop 3 Cirebon juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan akses akun, kode OTP, PIN, password, maupun informasi keamanan lainnya kepada pihak lain.

Masyarakat juga disarankan melakukan transaksi tiket secara mandiri melalui kanal resmi KAI serta memastikan seluruh data perjalanan telah sesuai sebelum menyelesaikan pembayaran.

Selain itu, pengguna jasa kereta api diminta waspada terhadap berbagai tawaran di media sosial maupun aplikasi pesan instan yang meminta bantuan pembelian tiket dengan iming-iming keuntungan tertentu.

"Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru melakukan transaksi sebelum memastikan identitas dan tujuan pihak yang meminta bantuan tersebut," ujar Muhibbuddin.

Apabila terlanjur menjadi korban, masyarakat diminta segera mengamankan seluruh bukti transaksi, mulai dari bukti pembayaran, riwayat transaksi PayLater, detail tiket, bukti pembatalan, bukti refund, hingga percakapan dengan pihak yang meminta pembelian tiket.


"Apabila masyarakat merasa menjadi korban penipuan, segera simpan seluruh bukti transaksi dan komunikasi dengan pelaku. Bukti tersebut penting untuk membantu proses pengaduan maupun pelaporan kepada pihak yang berwenang," kata Muhibbuddin.


5 Langkah Aman Hindari Penipuan PayLater
Untuk menghindari menjadi korban penipuan serupa, KAI Daop 3 Cirebon mengimbau masyarakat melakukan lima langkah berikut:

Tidak meminjamkan fasilitas PayLater kepada orang lain untuk transaksi yang tidak berada dalam kendali pemilik akun.

Waspada apabila pembelian tiket menggunakan PayLater pribadi tetapi identitas penumpang merupakan milik orang lain.
Tidak memberikan OTP, PIN, password, atau kode keamanan kepada pihak mana pun.

Melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi KAI dan memeriksa kembali seluruh detail transaksi sebelum pembayaran.
Menyimpan bukti transaksi dan percakapan apabila terdapat indikasi penipuan untuk keperluan pengaduan atau pelaporan.

KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat menjadi pengguna layanan kereta api yang cerdas, termasuk dalam melakukan transaksi digital.

"Jangan mudah tergiur dengan permintaan bantuan yang mengharuskan kita meminjamkan fasilitas PayLater. Pastikan setiap transaksi dilakukan dengan kesadaran dan kendali kita sendiri. Jangan sampai karena ingin membantu orang lain, justru kita yang harus menanggung cicilan dan kerugiannya," pungkas Muhibbuddin. ( Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top