Uploaded Image

E satu.com (Kuningan) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon terus mendorong pengembangan komoditas unggulan di wilayah Ciayumajakuning.

Salah satunya kopi Buana Ciremai yang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

Pengembangan kopi tersebut menjadi bagian dari dua fokus utama Bank Indonesia dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai rupiah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan fokus pertama BI adalah menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi.

Uploaded Image

"Pertama tentu saja terkait dengan inflasi. Jadi kita masuk ke komoditas-komoditas yang membawa inflasi, kita masuk untuk peningkatan produktivitas dan kontinuitas pasokan," kata Wihujeng, Kamis (10/9/2026).

Selain menjaga stabilitas harga, BI juga memiliki fokus menjaga stabilitas nilai rupiah terhadap mata uang negara lain. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong peningkatan ekspor melalui pengembangan komoditas yang memiliki potensi pasar global.

"Yang kedua karena kita bicara stabilitas rupiah, tentu stabilitas rupiah terhadap mata uang negara lain. Sehingga di sinilah peran kita untuk mendorong ekspor, lebih fokus kepada komoditas-komoditas yang punya potensi ekspor besar," ujarnya.

Uploaded Image

Menurut Wihujeng, kopi Buana Ciremai menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena potensi ekspornya cukup menjanjikan.

Karena itu, Bank Indonesia Cirebon terus memberikan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi yang berasal dari kawasan Buana Ciremai.

"Nah, ketika kita bicara ekspor, komoditas kopi Buana Ciremai ini potensinya sangat besar untuk ekspor. Sehingga Bank Indonesia, khususnya di Cirebon, juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas untuk komoditas kopi Buana Ciremai," katanya.

Uploaded Image

Pendampingan yang dilakukan BI tidak hanya menyasar hasil akhir produk.

Pengembangan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan melibatkan para petani kopi di wilayah Ciayumajakuning.

"Jadi pengembangannya kita lakukan pendampingan dari hulu ke hilir kepada petani-petani kopi yang ada di Ciayumajakuning," pungkas Wihujeng. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top