E satu.com || Kuningan - Secangkir kopi bagi Aji Satria, atau yang akrab disapa Bombom, bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk.
Dari Palimanan, Kabupaten Cirebon, ia datang mencicipi langsung Kopi Arabica Buana Ciremai yang tumbuh di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.
Begitu air seduhan menyentuh biji kopi, aroma floral yang elegan perlahan menguar.
Saat diseruput, rasa fruity yang segar langsung menyapa lidah, kemudian meninggalkan jejak aftertaste yang menggoda.
Bagi Bombom, pengalaman mencicipi Kopi Arabica Buana Ciremai menjadi perjalanan singkat untuk mengenal lebih dekat karakter kopi yang lahir dari tanah Kuningan.
"Kalau menikmati kopi, kita bukan hanya menikmati rasanya. Di dalamnya ada cerita tentang petani, alam, dan potensi daerah yang terus dikembangkan," ujar Bombom, saat menikmati secangkir kopi, Kamis (10/9/2026).
Kopi Arabica Buana Ciremai merupakan hasil budidaya para petani yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai.
Keunikan kopi tersebut tidak hanya lahir dari kondisi alam lereng Gunung Ciremai. Proses pascapanen natural yang dilakukan para petani turut membentuk karakter rasa yang khas.
Perpaduan antara ketinggian, lingkungan tumbuh, keterampilan petani, hingga proses pengolahan membuat kopi yang tersaji dalam cangkir memiliki cerita tersendiri.
Bagi Bombom, cita rasa tersebut menjadi bukti bahwa kopi lokal memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan kopi dari daerah lain.
"Dari lereng Gunung Ciremai, biji-biji kopi itu kemudian membawa cita rasa khas Kuningan hingga ke meja para penikmat kopi di berbagai daerah," katanya.
Secangkir Kopi Arabica Buana Ciremai akhirnya bukan hanya tentang aroma floral, rasa fruity, atau manisnya aftertaste.
Lebih dari itu, ada kisah tentang petani yang merawat tanaman kopi, alam Ciremai yang menjadi rumahnya, serta potensi komoditas lokal yang perlahan terus diperkenalkan lebih luas.
Dari lereng Ciremai, cerita itu pun mengalir bersama setiap tegukan kopi. (Wandi)









.webp)










Post A Comment:
0 comments: