E satu.com (Cirebon) - Radio Republik Indonesia (RRI) memasuki usia ke-81 tahun dengan komitmen memperkuat perannya sebagai media publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Momentum Hari Radio ke-81 ditandai dengan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya secara serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (11/9/2026).
Penyulutan dilakukan pada pukul 09.00 WIB, 10.00 WITA, dan 11.00 WIT.
Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen terhadap Tri Prasetya. Menurutnya, jati diri RRI adalah menjaga persatuan bangsa dan mengutamakan kepentingan nasional melalui kekuatan siaran.
"Bicara tentang bagaimana melindungi negara dengan alat siaran kita, mengarahkan program kita untuk membantu pencapaian tujuan negara, dan berdiri di atas segala keyakinan dan kelompok untuk mengedepankan persatuan bangsa, persatuan nasional. Inilah jati diri kita," ujar Hendrasmo dalam sambutan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya di Jakarta yang disiarkan langsung oleh RRI di seluruh Indonesia.
Tahun ini, HUT ke-81 RRI mengusung tema "Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".
Tema tersebut menegaskan peran RRI sebagai media publik yang mengedukasi masyarakat, memperkuat kontrol sosial, serta menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya.
Hendrasmo mengatakan transformasi RRI terus dilakukan melalui pengembangan penyiaran multiplatform dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya RRI untuk semakin dekat dengan audiens melalui berbagai platform.
Peningkatan kompetensi pegawai dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari manajerial, multiplatform, kecerdasan buatan hingga uji kompetensi wartawan dan penyiar.
Hingga kini, lebih dari 1.200 karyawan RRI telah mengikuti uji kompetensi wartawan radio sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto menilai usia 81 tahun tidak boleh membuat RRI terjebak dalam rutinitas dan kehilangan kreativitas.
Menurutnya, RRI perlu terus mengembangkan strategi kepemimpinan dengan memanfaatkan kekuatan yang telah dimiliki sekaligus membuka ruang bagi inovasi dan pembaruan.
Ia menyebut sebanyak 60,20 persen pegawai LPP RRI berusia 40 tahun ke bawah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong eksplorasi, kreativitas dan inovasi di lingkungan RRI.
"Komposisi tadi merupakan bonus demografi yang membuka ruang tumbuh suburnya eksplorasi, kreativitas dan inovasi. Generasi muda RRI inilah yang saya sebut DNA baru RRI. Inilah senjata sakti mandraguna kita yang lain," ujarnya.
Ia mendorong generasi muda RRI diberikan ruang lebih besar dalam proses transformasi agar lembaga penyiaran publik tersebut semakin relevan, terpercaya, berdampak dan inspiratif.
HUT ke-81 RRI Cirebon Perkuat Kebersamaan
Peringatan HUT ke-81 RRI juga digelar di RRI Cirebon melalui Upacara Hari Radio ke-81 Tahun 2026 dan prosesi penyulutan obor Tri Prasetya.
Kegiatan tersebut dihadiri angkasawan dan angkasawati RRI Cirebon, Dharma Wanita, pensiunan RRI, serta sejumlah mitra RRI. Mereka terdiri dari narasumber, Forum Komunikasi Pemerhati RRI hingga perwakilan dinas dan instansi.
Kepala RRI Cirebon Wenefrida Novi Herajanti mengatakan usia ke-81 menjadi momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus membangun motivasi baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Di usia ke-81 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai introspeksi dan motivasi baru. Semoga kita semakin dewasa, semakin tangguh dan semakin bermanfaat bagi lingkungan masyarakat dan semua pihak yang bekerja sama dengan kita," ujar Wenefrida.
Menurutnya, RRI masih mampu bertahan dan dipercaya masyarakat karena informasi yang disampaikan melalui proses verifikasi.
Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi RRI untuk terus menjalankan fungsi pelayanan publik di tengah derasnya arus informasi digital.
"Sungguh merupakan hal yang patut kita hargai, di tengah krisis sekarang ini RRI masih tetap eksis dan masih tetap dipercaya oleh masyarakat dan kita sebagai media yang terpercaya karena informasi-informasi kita tentunya sudah terverifikasi," katanya.
Di RRI Cirebon, rangkaian HUT ke-81 juga diisi berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar RRI. Kegiatan tersebut meliputi lomba baca berita, mancing estafet, badminton antarkaryawan hingga family gathering.
Ketua Panitia Hari Bhakti ke-81 RRI Cirebon Alek Sunardi mengatakan rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan keluarga besar RRI.
"Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT RRI, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan keluarga besar RRI serta memperkuat eksistensi RRI Cirebon sebagai media yang hadir dan dekat dengan masyarakat," ujar Alek.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mengenang perjalanan panjang RRI sekaligus memperkuat kebersamaan.
"Selama 81 tahun, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. RRI tidak hanya hadir sebagai media penyiaran, tetapi juga menjalankan peran sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi, edukasi, hiburan, serta menjadi ruang komunikasi dan aspirasi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Forum Komunikasi Pemerhati RRI, Maman S. Maryono, menilai RRI telah memiliki ruang yang baik dalam menyerap aspirasi masyarakat melalui berbagai program, termasuk talk show.
Namun, ia mendorong agar jangkauan siaran dan interaksi dengan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi dengan komunitas, pelajar dan mahasiswa juga dinilai perlu dikembangkan agar keberadaan RRI semakin dirasakan masyarakat.
"RRI memang sudah bagus untuk mengakomodasi aspirasi dari pendengar dan juga ada talk show yang sudah berjalan dengan bagus. Pendengar itu penting, karena bagaimanapun juga pendengar ini mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasi," katanya.
Memasuki usia ke-81, Maman berharap RRI terus meningkatkan kualitas program dan kompetensi sumber daya manusia. Selain itu, ruang keterlibatan bagi tokoh masyarakat, komunitas, pengasuh dan pendengar juga diharapkan semakin terbuka.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar RRI tetap relevan dan mampu menjadi mitra strategis publik di tengah perubahan teknologi serta semakin beragamnya pilihan media. (Wandi)













.webp)










Post A Comment:
0 comments: