E satu.com(Cirebon) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar lomba tarik lokomotif seberat 90 ton di Depo Lokomotif Cirebon, Jumat (11/9/2026).
Lomba unik tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Dalam perlombaan itu, setiap tim yang terdiri dari 10 orang harus menarik lokomotif dengan mengandalkan kekuatan, kekompakan, dan strategi.
Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto mengatakan, lomba tarik lokomotif menjadi kegiatan kedua yang digelar secara terbuka bersama para stakeholder eksternal.
Sebelumnya, KAI Daop 3 Cirebon telah menggelar turnamen futsal yang diikuti para stakeholder.
"Kemarin kita sudah melaksanakan beberapa turnamen futsal. Kegiatan tersebut dari teman-teman stakeholder eksternal berjalan lancar," kata Sigit didampingi Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin,
saat ditemui di Depo Lokomotif Cirebon, Jumat (11/9/2026).
Menurut Sigit, lomba tarik lokomotif merupakan perlombaan yang dikemas secara berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya.
"Hari ini kita melaksanakan event yang kedua yang diselenggarakan secara terbuka, yakni perlombaan yang unik. Biasanya kalau 17 Agustusan tarik tambang, tarik tambang manual antara dua tim," ujarnya.
Namun kali ini, kata Sigit, perlombaan menggunakan salah satu aset kereta api berupa lokomotif dengan bobot mencapai sekitar 90 ton.
"Kali ini kita tarik tambangnya menggunakan aset kereta api yang kita nilai cukup berat yakni lokomotif. Lokomotif beratnya kira-kira 90 ton. Dengan berat 90 ton ini kita coba kemas dalam suatu perlombaan, satu tim 10 orang menarik lokomotif yang beratnya 90 ton," katanya.
saat ditemui di Depo Lokomotif Cirebon, Jumat (11/9/2026).
Menurut Sigit, lomba tarik lokomotif merupakan perlombaan yang dikemas secara berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya.
"Hari ini kita melaksanakan event yang kedua yang diselenggarakan secara terbuka, yakni perlombaan yang unik. Biasanya kalau 17 Agustusan tarik tambang, tarik tambang manual antara dua tim," ujarnya.
Namun kali ini, kata Sigit, perlombaan menggunakan salah satu aset kereta api berupa lokomotif dengan bobot mencapai sekitar 90 ton.
"Kali ini kita tarik tambangnya menggunakan aset kereta api yang kita nilai cukup berat yakni lokomotif. Lokomotif beratnya kira-kira 90 ton. Dengan berat 90 ton ini kita coba kemas dalam suatu perlombaan, satu tim 10 orang menarik lokomotif yang beratnya 90 ton," katanya.
Sigit menegaskan, perlombaan tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Kekompakan dan strategi menjadi faktor penting untuk memenangkan pertandingan.
"Harapannya ini bukan saja mengedepankan kekuatan tenaga, tapi ini mengedepankan kekompakan, mengedepankan strategi," ujarnya.
Lomba tarik lokomotif itu tidak hanya diikuti oleh pegawai internal KAI. KAI Daop 3 Cirebon juga mengundang sejumlah peserta dari eksternal, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, tim media hingga komunitas pecinta kereta api.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dari segi orang yang besar belum tentu menang, tapi ternyata yang mempunyai kekompakan, yang mempunyai strategi baik menang," kata Sigit.
"Harapannya ini bukan saja mengedepankan kekuatan tenaga, tapi ini mengedepankan kekompakan, mengedepankan strategi," ujarnya.
Lomba tarik lokomotif itu tidak hanya diikuti oleh pegawai internal KAI. KAI Daop 3 Cirebon juga mengundang sejumlah peserta dari eksternal, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, tim media hingga komunitas pecinta kereta api.
"Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dari segi orang yang besar belum tentu menang, tapi ternyata yang mempunyai kekompakan, yang mempunyai strategi baik menang," kata Sigit.
Dalam perlombaan tersebut, tim Sarana PT KAI Daop 3 Cirebon berhasil meraih juara pertama. Sementara juara kedua diraih oleh tim dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon.
"Juara pertama adalah tim dari Sarana PT KAI Daop 3 Cirebon sendiri. Yang kedua tadi luar biasa kekompakannya, semangatnya, suporternya dari ibu-ibu Dishub Kota Cirebon, menang juara kedua," ujarnya.
Sigit menambahkan, keselamatan menjadi perhatian utama selama perlombaan berlangsung. Seluruh peserta dipastikan dalam kondisi sehat sebelum mengikuti pertandingan.
"Pertandingan berjalan lancar dan tentu saat pertandingan tadi kita mengutamakan keselamatan. Kita memastikan tidak ada yang cedera dan tidak ada yang terluka-luka, memastikan semua dalam keadaan sehat," pungkasnya. (Wandi)
"Juara pertama adalah tim dari Sarana PT KAI Daop 3 Cirebon sendiri. Yang kedua tadi luar biasa kekompakannya, semangatnya, suporternya dari ibu-ibu Dishub Kota Cirebon, menang juara kedua," ujarnya.
Sigit menambahkan, keselamatan menjadi perhatian utama selama perlombaan berlangsung. Seluruh peserta dipastikan dalam kondisi sehat sebelum mengikuti pertandingan.
"Pertandingan berjalan lancar dan tentu saat pertandingan tadi kita mengutamakan keselamatan. Kita memastikan tidak ada yang cedera dan tidak ada yang terluka-luka, memastikan semua dalam keadaan sehat," pungkasnya. (Wandi)








.webp)










Post A Comment:
0 comments: