E satu.com (Kabupaten Cirebon) -
Bupati Cirebon Imron meresmikan Kampung Literasi Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Rabu (21/10/2026).

Program ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan budaya membaca, tetapi juga meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Imron menegaskan, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menurutnya, kebiasaan membaca membantu masyarakat memahami perubahan zaman, mengenali potensi lingkungan, serta menemukan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jadi, membaca itu sangat penting. Dari membaca buku, nanti membaca alam. Dari situ kita bisa membaca potensi,” ujar Imron dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, pengetahuan yang diperoleh melalui membaca dapat mendorong masyarakat mengembangkan potensi daerah menjadi kegiatan produktif.

Karena itu, literasi perlu menjadi kebiasaan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya anak-anak sekolah.

Imron juga meminta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon mendorong pengembangan Kampung Literasi di wilayah lain.

Ia berharap setiap kecamatan memiliki setidaknya satu desa yang mengembangkan budaya literasi secara berkelanjutan.

Menurutnya, pembiasaan membaca sejak dini menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

Ia mengaitkan upaya tersebut dengan cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

“Sejahtera itu harus kita siapkan dari sekarang. Sembilan belas tahun yang akan datang, masyarakat kita sejahtera dengan apa? Keilmuan,” katanya.

Imron menambahkan, masyarakat yang berpengetahuan memiliki peluang lebih besar untuk berinovasi, mengembangkan usaha, dan meningkatkan produktivitas.

Aktivitas ekonomi yang tumbuh di masyarakat juga berpotensi memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

Ia berharap Kampung Literasi Desa Cibogo berkembang menjadi ruang belajar bersama yang mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Sementara itu, Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon Mohamad Fery Afrudin menjelaskan, Kampung Literasi Cibogo mengusung tema ‘Literasi Maju, Masyarakat Sejahtera’.

Program ini mengembangkan konsep literasi berbasis inklusi sosial, yakni pemanfaatan perpustakaan dan kegiatan belajar untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, produktivitas, serta kemandirian masyarakat.

“Kampung Literasi diharapkan menjadi lingkungan yang mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dan belajar sekaligus mendorong masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, produktivitas, dan potensi yang dimiliki,” ujar Fery.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Disarpus Kabupaten Cirebon bersama berbagai pihak telah melaksanakan sejumlah pelatihan di Desa Cibogo.

Kegiatannya meliputi pelatihan pembuatan ecoprint, pengemasan produk, pemasaran digital untuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), read aloud, storytelling, penulisan cerpen dan puisi, serta merajut.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis.

Masyarakat juga didorong menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menghasilkan karya, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan usaha.

Fery berharap perpustakaan desa dapat berfungsi lebih luas sebagai pusat pembelajaran, berbagi pengetahuan, berkarya, dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk mewujudkannya, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.

Senada disampaikan Kuwu Cibogo, Ahmad Udori. Ia mengatakan, pengembangan Kampung Literasi merupakan bagian dari upaya pemerintah desa membangun sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Perjalanan tersebut bermula pada 2021 ketika pemerintah desa bersama Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mulai mengembangkan berbagai program desa digital.

Setahun kemudian, Desa Cibogo meraih juara kedua dalam penghargaan desa digital tingkat Kabupaten Cirebon.

Pengembangan literasi kemudian tumbuh melalui pojok baca yang dirintis bersama dukungan kegiatan mahasiswa.

Pada 2024, Desa Cibogo meraih juara kedua dalam kegiatan literasi tingkat kabupaten. Desa tersebut kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara ketiga lomba literasi tingkat Kabupaten Cirebon pada 2025.

Pemerintah desa selanjutnya mengembangkan fasilitas perpustakaan yang berada di lantai dua gedung desa.

Sementara itu, lantai bawah gedung dimanfaatkan untuk Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) PAUD Azhara yang dikelola melalui dukungan pemerintah desa.

Udori menjelaskan, layanan PAUD tersebut diberikan secara gratis dengan pembiayaan dari desa, termasuk kebutuhan buku, seragam, kegiatan pembelajaran, dan guru.

“Dengan membangun budaya membaca, saya yakin secara tidak langsung lima atau sepuluh tahun yang akan datang kita akan membuat anak-anak lebih baik lagi,” kata Udori.

Ia berharap peresmian Kampung Literasi menjadi momentum untuk memperluas manfaat program tersebut bagi masyarakat Desa Cibogo dan wilayah sekitarnya.

Sumber : Diskominfo Kabupaten Cirebon
Baca Juga
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top