E satu.com (Cirebon) - Tokoh masyarakat Kota Cirebon, Danny Jaelani, mengajak masyarakat untuk membangun budaya politik yang santun, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa.
Menurutnya, politik tidak semata-mata tentang bagaimana meraih kemenangan, tetapi juga bagaimana menjalankan proses politik dengan menjunjung tinggi etika.
Danny menilai, praktik politik saat ini kerap diwarnai perbedaan pandangan yang berujung pada permusuhan. Bahkan, fitnah dan hoaks dinilai dapat menjadi alat untuk menjatuhkan pihak lain demi kepentingan tertentu.
“Bukan soal bagaimana cara menang, tetapi bagaimana cara kita berpolitik dengan adab,” ujar Danny, kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Ia mengatakan, politik Indonesia memiliki jati diri yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Karena itu, praktik politik seharusnya tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi juga mengedepankan kebersamaan dan kepentingan masyarakat luas.
Danny menyebut, ada sejumlah nilai yang perlu dikedepankan untuk membangun keadaban politik di Indonesia.
Pertama, musyawarah, bukan amarah.
Menurutnya, perbedaan pendapat semestinya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan saling mencaci atau menyerang di ruang publik, termasuk media sosial.
“Musyawarah untuk mufakat. Bukan siapa yang paling keras suaranya, tetapi siapa yang paling jernih hatinya,” ungkapnya.
Kedua, gotong royong, bukan golongan. Danny menegaskan, politik seharusnya menjadi sarana untuk membangun kesejahteraan bersama, bukan sekadar membagi keuntungan atau proyek kepada kelompok tertentu.
Ia juga mengingatkan bahwa pemimpin yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mengayomi seluruh rakyat, tanpa membedakan pilihan politik maupun dukungan selama proses pemilihan.
Ketiga, keteladanan, bukan pencitraan.
Danny menilai, seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh melalui sikap dan tindakan nyata sebelum meminta masyarakat mengikuti arahannya.
Ia mengaitkan prinsip tersebut dengan filosofi Jawa, Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang berarti di depan memberikan teladan.
Keempat, kesantunan dan persatuan.
Menurut Danny, politik santun bukan berarti menghindari kritik atau bersikap lemah.
Sebaliknya, kritik tetap dapat disampaikan secara tegas tanpa menghina, menyebarkan fitnah, maupun merendahkan pihak yang berbeda pandangan.
Baginya, menjaga persatuan bangsa harus menjadi salah satu tujuan utama dalam kehidupan politik.
Danny menilai, membangun keadaban politik berarti mengembalikan praktik politik pada nilai-nilai pengabdian.
Politik yang semula berorientasi pada transaksi kepentingan perlu diarahkan menjadi politik yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Begitu pula politik yang diwarnai kebencian perlu diarahkan menjadi politik kebangsaan yang mengedepankan persatuan.
Ia menegaskan, upaya membangun budaya politik yang beradab bukan hanya menjadi tanggung jawab para politisi atau pemimpin, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
Orang tua, guru, tokoh agama, pemuda, hingga tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran, kesantunan, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Danny pun mengajak masyarakat untuk memulai gerakan politik beradab dari Kota Cirebon dengan mengedepankan dialog, menghargai perbedaan, serta menjaga nilai-nilai budaya lokal.
“Mari kita mulai dari Cirebon. Berpolitik yang santun, yang beradab, dan yang berakar pada budaya kita sendiri. Karena kalau bukan kita yang menjaga keadaban ini, siapa lagi?” pungkasnya. (Wandi)








.webp)










Post A Comment:
0 comments: