E satu.com (Cirebon) - Warga Perumahan Griya Indah Jati 2, Desa Pasindangan, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan buruknya kualitas air bersih yang didistribusikan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon.

Air yang mengalir ke rumah warga dilaporkan berwarna kuning dan mengeluarkan bau amis serta  berasa asin sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kelayakan penggunaannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Keluhan tersebut semakin memicu kekecewaan warga karena di tengah kualitas pelayanan air yang dinilai belum memuaskan, tarif air justru mengalami kenaikan. Warga menilai kenaikan tarif seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas air dan pelayanan yang diterima pelanggan.

Ketua Paguyuban Perumahan Griya Indah Jati 2 Pasindangan, Muslimin, mengatakan persoalan kualitas air tersebut menjadi perhatian warga. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan kualitas yang layak, bukan sekadar mengalir ke rumah pelanggan.


“Kami mengeluhkan kualitas air PDAM Tirta Jati yang sampai ke rumah warga berwarna kuning dan berbau amis. Kondisi ini tentu membuat warga tidak nyaman. Air yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari justru menimbulkan kekhawatiran,” ujar Muslimin, kepada wartawan, Senin (19/10/2026).


Ia menilai, kenaikan tarif air semestinya berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan. Warga sebagai pelanggan berhak mendapatkan pelayanan air bersih yang layak sesuai dengan tarif yang mereka bayarkan setiap bulan.

“Kalau tarif air naik, seharusnya kualitas dan pelayanan juga meningkat. Jangan sampai pelanggan harus membayar lebih mahal, tetapi kualitas air yang diterima justru masih dikeluhkan. Kami ingin ada perbaikan nyata, bukan hanya penyesuaian tarif,” tegasnya.

Muslimin berharap PDAM Tirta Jati segera turun langsung ke lingkungan Perumahan Griya Indah Jati 2 untuk memeriksa penyebab air berubah warna dan berbau amis. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan sumber persoalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Selain itu, ia meminta pengelola air minum milik daerah tersebut melakukan evaluasi terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air, serta menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada pelanggan.

“Kami meminta PDAM Tirta Jati memberikan penjelasan kepada warga mengenai penyebab kondisi air ini dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya. Jangan sampai keluhan pelanggan berlarut-larut tanpa kepastian,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait ikut mengawasi kualitas pelayanan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, persoalan ini bukan hanya menyangkut kenyamanan pelanggan, tetapi juga kepastian bahwa air yang didistribusikan memenuhi standar kualitas yang berlaku.


Muslimin juga menyinggung pernyataan PDAM Tirta Jati yang berencana akan menambah pelanggan sampai dengan 10ribu pelanggan baru.


Menurutnya, sebaiknya PDAM Tirta Jati fokus terlebih dahulu kepada persoalan kualitas air ketimbang menambah pelanggan yang tentu akan menambah persoalan baru.

"Kondisi air saat ini saja begini (kotor), ditambah sering terjadi air mati. Kok bisa-bisanya kepikiran untuk nambah pelanggan," tuturnya.

"Padahal namanya PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, kok airnya kotor. Jangankan diminum, buat cuci saja meninggalkan bekas," tambahnya.

Warga berharap PDAM Tirta Jati segera memberikan solusi konkret agar distribusi air kembali memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Mereka juga meminta agar kebijakan tarif sejalan dengan peningkatan mutu air, keandalan distribusi, dan kepuasan pelanggan. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top