E satu.com (Tangerang) - Dalam proses pendidikan disekolah formal maupun non formal, hal yang jauh lebih penting dan haus ditanamkan dari awal adalah kualitas sikap stau mentalitas peserta didik.
Bila mentalitas peserta didik berkualitas ,dipastikan kualitas daya intelektualitas akan dengan mudah tercapai.
Hal tersebut disampaikan,oleh Warga Kota Tangerang, Asep, yang pernah tahunan lamanya menjadi relawan pendidikan di lembaga pendidikan non formal
" Untuk mendorong tercapainya kualitas akdemik atau daya intelektualitas peserta didik itu sederhana , tidak Sulit, yang penting dari awal peserta didik sudah ditanamkan mentalitas dengan baik sesuai perkembangan atau pola fikr peserta didik itu sendiri
Bila dari awal hal itu ditanamkan, dipelihara dan dijaga dengan baik, dipastikan para peserta didik akan tumbuh dan berkembang menjadi anak - anak yang berakhlak , pintar , cerdas, kreatif, aktif dan produktif " Ungkapnya. Kepada awak media, Saat sedang membuat artikel " Revolusi Pendidikan " Dikediamannya. Kamis ( 15/10/2026 )
Ia menyebukan bahwa hal itu disampaikannya bukan hanya sekedar teori, tapi berdasarkan pengalaman , fakta dan realita yang pernah dialaminya saat ia menjadi relawan pendidikan
" Saya menyampaikan hal tersebut bukan hanya sekedar teori, bukan tanpa dasar tapi berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan saat menjadi relawan pendidikan Dan saya siap membuktikannya
Saya tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi terlebih latar belakang keguruan. Saya hanya punya niat, keinginan , tekad dan rasa cinta terhadap dunia pendidikan . Saya lakukan itu dengan dengan sukarela ,karena saya ingin menebar kebaikan dan menebus dosa atau kesalahan yang pernah saya lakukan dimasa lalu
Saya kebetulan dibesarkan oleh seorang Ibu yang pernah menjadi pejuang pendidik di pelosok pedesaan dan seorang ayah gugur dalam menjalankan tugas negara demi perkembangan pembangunan di Indonesia, saya ingin meneruskan perjuangan mereka" Tambahnya
Ia Mengungkapkan, selama menjadi relawan pendidikan, banyak menampung anak - anak dari kalangan masyarakat kurang mampu, anak - anak kurang perhatian orang tua, anak - anak pemulung dan pengamen jalanan
" Alhamdulillah mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak - anak yang baik, aktif kreatif , produktif dan mereka tampil menjadi anak yang memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap diri sendiri, keluarga , teman dan lingkungan
Semangat belajarnya pun sangat tinggi, bahkan banyak diantara mereka yang memilih tidur atau bermalam disekolah daripada pulang ke rumah
Selain anak - anak dari kalangan masyarakat menengah keatas , saya menampung banyak anak - anak yang Kurang mampu, anak - anak pemulung dan pengamen jalanan semua mereka saya sejajarkan biar tidak terjadi kesenjangan sosial " Ungkapnya
Saat ditanya terkait modal pasilitas lembaga pendidikan yang ia kembangkanya ,ia menyebut pasilitas pendidikan yang ia gunakan mewah dan lengkap yang berdiri diatas tanah wakaf dan dibangun oleh seorang pengusaha yang sangat dermawan
" Pasilitasnya sangat lengkap dari mulai ruang kantor,Aula , dan ada lima ruang kelas. Pada saat itu ruangan kelas penuh dan sangat ramai dengan aktifitas kegiatan belajar mengajar belajar. namun sudah sekian tahun ini terlihat sepi tidak lagi seranmai dulu ..sungguh ironis dan sangat memperihatinkan " Paparnya
Lebih lanjut Asep menjelaskan, bahwa sudah sangat lama ia tidak lagi aktif lagi di lembaga pendidikan tersebut , karena ada masalah kelembagaan yang sampai saat ini membuatnya nyaris trauma, Sakit hati bahkan masih menyimpan raaa dendam kepada mereka yang pada saat itu turut menghalangi niat dan tujuan baiknya
' pada saat saya dengan rasa berat hati dan kesedihan mendalam menyampaikan kepada murid - murid , bahwa saya tidak akan mengejar lagi, Saat itu semua murid menangis bahkan ada yang histeris memaksa saya agar tidak meninggalkan mereka.
Kenangan sedih tersebut sangat Sulit saya lupakan, seringkali dalam keheningan malam tidak terasa air mata menetes teringat hal tersebut..
Jujur saja sampai saat ini saya masih sakit hati bahkan masih menyimpan rasa dendam terhadap mereka yang pada saat itu turut menghalangi niat dan tujuan baik saya " Lanjutnya
Iya menuturkan seminggu setelah itu para orang tua murid beramai - ramai datang ke rumah memohon dan berharap agar saya bisa mengajar lagi untuk anak - anak mereka. Namun karena Asep tidak bisa lagi mengajar lagi di tempat tersebut , akhirnya orang tua murid kompak gorong royong mencari tempat dan pasilitas lain agar Asep bisa kembali mengajar anak - anak mereka.
" Alhamdulillah orang tua kompak dan gotong royong menyediakan tempat dan pasilitas lainya meskipun sangat sederhana namun anak tetap semangat dan terlihat gembira
Saya mengajar mengunakan metode bercerita dan mereka tidak saya menganggap mereka sebagai murid dan saya pun tidak memposisikan sebagai guru tetep sebagai sahabat yang bisa bercerita, mengajak, mengingatkan mengarahkan mereka untuk melakukan hal - hal positif kapanpun dan dimanapun " Pungkasnya
( AWW )








.webp)










Post A Comment:
0 comments: