E satu.com (Tangerang) - Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia telah memberikan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kekeringan sumber air hingga kebakaran hutan menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius serta langkah penanganan dari pemerintah.
Namun beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kota Tangerang, mulai diguyur hujan. Kondisi tersebut tentu membawa harapan bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak kekeringan.
Namun, harapan akan turunnya hujan ternyata tidak sepenuhnya dirasakan dengan perasaan lega oleh masyarakat Kota Tangerang.
Pasalnya, sejumlah kawasan di Kota Tangerang selama bertahun-tahun dikenal sebagai wilayah yang kerap mengalami banjir maupun genangan air setiap kali hujan deras turun.
Salah seorang warga, Parman, mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga selalu diliputi kecemasan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Iya, jujur saja, setiap turun hujan deras dengan intensitas tinggi, saya dan keluarga merasa cemas. Kami hanya bisa pasrah ketika air dengan cepat masuk ke dalam rumah. Sejak dulu lingkungan kami memang menjadi langganan banjir," ungkap Parman, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, persoalan banjir bukan hanya terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Kondisi serupa, kata dia, juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah lain di Kota Tangerang.
Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan banjir, tetapi juga memperhatikan beban ekonomi masyarakat yang setiap tahun harus menghadapi risiko kerugian akibat genangan air.
Lebih jauh, Parman mengusulkan agar Pemerintah Kota Tangerang mempertimbangkan pemberian keringanan atau kompensasi pajak bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, khususnya selama persoalan banjir belum tertangani secara menyeluruh.
Menurutnya, kebijakan keringanan pajak seharusnya tidak sekadar berupa potongan atau diskon, melainkan mempertimbangkan kondisi nyata masyarakat yang berulang kali terdampak banjir.
"Di Kota Tangerang banyak wilayah yang menghadapi persoalan banjir. Seharusnya pemerintah daerah juga memikirkan masyarakat yang setiap tahun harus menanggung dampaknya."
"Misalnya, melalui kebijakan keringanan pembayaran pajak bagi warga terdampak. Jangan hanya diberikan diskon, tetapi perlu ada kebijakan yang mempertimbangkan kondisi dan kerugian masyarakat. Itu baru mencerminkan rasa keadilan," pungkasnya.
Persoalan banjir sejatinya bukan hanya tentang air yang menggenangi jalan dan rumah warga. Di balik setiap peristiwa banjir, terdapat persoalan sosial dan ekonomi yang harus ditanggung masyarakat.
Kerusakan perabot rumah tangga, terganggunya aktivitas pekerjaan, anak-anak yang kesulitan berangkat sekolah, hingga biaya membersihkan rumah merupakan beban yang berulang kali harus dihadapi warga terdampak.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya menghadirkan program penanggulangan banjir, tetapi juga memastikan adanya perlindungan dan perhatian terhadap warga yang selama ini hidup dalam ancaman banjir.
Sebab, bagi sebagian warga Kota Tangerang, langit mendung bukan lagi sekadar pertanda akan turunnya hujan.
Mendung adalah awal dari kekhawatiran: apakah rumah mereka kembali akan terendam banjir ?
(AWW)








.webp)










Post A Comment:
0 comments: