E satu.com (Tangerang ) - Di tengah dinamika demokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, keberadaan pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan masyarakat.
Praktisi hukum Zulkaydi Wiranegara, SH., MA memberikan apresiasi terhadap sosok jurnalis di Kota Tangerang yang dinilai tetap konsisten menjalankan peran jurnalistiknya sebagai penyampai aspirasi masyarakat sekaligus pengawas terhadap kebijakan publik.
Menurutnya, keberanian seorang jurnalis dalam menyampaikan kritik terhadap kinerja eksekutif maupun legislatif merupakan bagian dari upaya menjaga demokrasi agar tetap berjalan sehat.
"Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kepentingan masyarakat. Ketika ada persoalan yang menyangkut pelayanan publik maupun kebijakan pemerintah, suara kritis dari pers sangat dibutuhkan," ujarnya.
Ia menilai, kritik yang disampaikan oleh jurnalis terhadap pemerintah maupun lembaga legislatif tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk perlawanan atau kebencian terhadap kekuasaan.
Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi agar para pemegang kewenangan dapat melakukan evaluasi dan memperbaiki kebijakan yang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Eksekutif dan legislatif memiliki kewenangan besar dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan publik. Karena itu, diperlukan kontrol sosial agar kekuasaan tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan rakyat," jelasnya.
Lebih lanjut, Zulkaydi menegaskan bahwa menjadi jurnalis yang tetap menjaga independensi dan keberanian bukanlah hal yang mudah.
Dalam menjalankan tugasnya, seorang jurnalis dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan, perbedaan kepentingan, hingga risiko ketika menyampaikan kritik terhadap pihak yang memiliki kekuasaan.
"Jurnalis yang tetap menjaga objektivitas, keberanian, dan konsistensi patut mendapatkan penghargaan. Tidak semua orang mampu mempertahankan prinsip ketika berhadapan dengan berbagai tekanan," katanya.
Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan pers yang bebas, kritis, dan bertanggung jawab. Tanpa adanya suara pengawasan dari masyarakat sipil dan media, kekuasaan berpotensi berjalan tanpa kontrol yang memadai.
"Selama masih ada jurnalis yang berani menyuarakan kepentingan masyarakat secara objektif dan profesional, harapan terhadap fungsi kontrol sosial di Kota Tangerang masih tetap ada," pungkasnya.
(AWW)








.webp)













Post A Comment:
0 comments: