E satu.com (Kota Cirebon) -
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon menerima kunjungan kerja Pansus XV DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka pembahasan Raperda tentang Penyelenggaraan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam pertemuan tersebut, DLH Kota Cirebon menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang diharapkan dapat diakomodasi dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tersebut. 

Kepala DLH Kota Cirebon Fina Amalia Purwantini mengatakan, salah satu persoalan yang disampaikan berkaitan dengan sampah yang terbawa aliran sungai hingga ke wilayah pesisir Kota Cirebon. 

"Jadi kami menyampaikan beberapa kondisi yang ada di Kota Cirebon, kemudian permasalahannya apa saja, dengan harapan nanti bisa terakomodir dalam raperda dan ada payung hukumnya," ujar Fina kepada wartawan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Fina, persoalan sampah di sungai tidak hanya berasal dari wilayah Kota Cirebon.

Sejumlah sungai yang bermuara di Kota Cirebon memiliki hulu di wilayah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Karena itu, pihaknya meminta adanya upaya penahanan sampah di wilayah hulu agar sampah tidak terbawa hingga ke laut. 

"Salah satunya tadi memang terkait dengan muara sungai. Karena muara sungai ini hulunya ada di tetangga Kota Cirebon, dari Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Kami mohon ada beberapa yang bisa dilakukan penahan sampah sehingga sampah itu tidak ke laut," katanya.

Fina menyebut pencemaran laut akibat sampah, khususnya sampah plastik, masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. 

Di sisi lain, DLH Kota Cirebon juga terus melakukan upaya menjaga kawasan pesisir. Salah satunya melalui penanaman mangrove dengan teknik yang disebut "guludan".

Teknik tersebut menggunakan petak-petak yang dibatasi bambu sebagai penahan. Mangrove kemudian ditanam di dalam petak tersebut agar tidak mudah terkikis ombak. 

"Kalau tidak diberikan penahan, titik mangrove yang sudah ditanam manual bisa hilang. Jadi kami kumpulkan dalam satu petak tempat dengan dinding bambu, ada medianya, kita tanam di situ mangrove dengan harapan tidak mudah terkupas oleh ombak," jelasnya.

Menurut Fina, teknik muludan tersebut merupakan hasil pengembangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). 

DLH Kota Cirebon saat ini telah membuat tiga petak penanaman mangrove dengan luasan sekitar 2 x 4 meter persegi. Lokasinya berada di kawasan Kesenden dan Kebon Baru.


Dalam kunjungan Pansus XV DPRD Jabar tersebut, Fina juga menyebut adanya aspirasi dan dukungan dari anggota dewan untuk membantu penanaman mangrove di kawasan pesisir Kota Cirebon.

 "Alhamdulillah dapat aspirasi dari Pak Dewan terkait dengan bantuan untuk penanaman muludan lainnya. Insyaallah sepanjang pantai Kota Cirebon," ujarnya.

Selain persoalan sampah, DLH Kota Cirebon juga menyoroti kawasan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Cirebon yang berkaitan dengan aliran sungai. 

Fina mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan akan kembali menyampaikan surat agar persoalan tersebut mendapat perhatian. 

"Karena tadi sampah-sampah dari kabupaten cukup banyak yang masuk ke sungai-sungai yang ada di Kota Cirebon," pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top