E satu.com (Cirebon) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi rekrutmen yang mengatasnamakan KAI dan beredar melalui berbagai platform digital.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya informasi rekrutmen tidak resmi yang tersebar melalui media sosial, aplikasi pesan instan, hingga situs yang tidak berasal dari kanal resmi perusahaan.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam menyikapi setiap informasi lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan KAI. 

Terutama informasi yang meminta calon pelamar mengikuti ketentuan di luar prosedur resmi perusahaan.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Segala bentuk permintaan biaya, termasuk untuk akomodasi dan transportasi, patut dicurigai," ujar Muhibbuddin, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, informasi rekrutmen tidak resmi umumnya mencantumkan persyaratan tambahan yang tidak terdapat dalam ketentuan resmi KAI. 

Calon pelamar bahkan dapat diarahkan untuk menggunakan akomodasi maupun transportasi tertentu atau diminta membayar sejumlah biaya selama proses seleksi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menindaklanjuti informasi rekrutmen yang diterima dari sumber tidak jelas. Verifikasi melalui kanal resmi perusahaan menjadi langkah penting untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Muhibbuddin menegaskan seluruh informasi mengenai rekrutmen KAI hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan, yakni karier.kai.id serta akun media sosial resmi @keretaapikita dan @kai121.

"Jika menemukan informasi rekrutmen yang tidak bersumber dari situs tersebut, kami mengimbau masyarakat untuk mengabaikannya," katanya.

Ia menambahkan, seluruh proses rekrutmen KAI dilakukan melalui mekanisme resmi perusahaan. KAI tidak menggunakan metode surat-menyurat melalui perantara maupun pengiriman email yang tidak berasal dari kanal resmi perusahaan.

Selain itu, KAI memastikan tidak ada pungutan biaya dalam seluruh tahapan seleksi. 

Perusahaan juga tidak pernah bekerja sama dengan agen perjalanan atau pihak mana pun untuk menyediakan maupun mengatur akomodasi dan transportasi bagi calon pekerja selama proses penerimaan.

"KAI tidak pernah memungut biaya dalam tahapan rekrutmen dan tidak pernah menunjuk agen perjalanan ataupun pihak lain untuk mengurus akomodasi dan transportasi calon pekerja," ujar Muhibbuddin.

KAI Daop 3 Cirebon pun mengajak masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk selalu memastikan sumber informasi sebelum mengikuti proses rekrutmen.

Masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang mengatasnamakan KAI, terlebih jika disertai permintaan pembayaran atau persyaratan yang tidak sesuai dengan ketentuan resmi.

"Masyarakat kami imbau untuk selalu melakukan pengecekan melalui kanal resmi KAI dan tidak menindaklanjuti informasi rekrutmen yang tidak dapat diverifikasi. Dengan demikian, potensi penipuan yang mengatasnamakan KAI dapat dihindari," pungkas Muhibbuddin. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top