E satu.com (Indramayu) -  Para petani di Desa Dermayu Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat terancam gigit jari.

Harapan mendapatkan saluran irigasi tangguh dari alokasi anggaran Rp195 juta  terbayangi kualitas bangunan yang rapuh akibat pengerjaan tanpa standar teknis konstruksi yang benar. 

Proyek yang bersumber dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Cimanuk-Cisanggarung TA 2026 ini diduga kuat dikerjakan tanpa prosedur teknis yang benar serta minim pengawasan.

Proyek yang terealisasi melalui aspirasi anggota legislatif tersebut alih-alih menyokong produktivitas petani, justru memicu keresahan warga. Di lokasi pengerjaan,  sejumlah kejanggalan kasat mata ditemukan, diantaranya pondasi batu kali diduga dipasang tanpa pengurasan air (dewatering), serta susunan batu yang hanya ditumpuk lalu disiram adukan semen   sebagai pengikat luar.

Kondisi tersebut memantik reaksi keras dari Ketua DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indramayu, A. Warjani. Ia menilai program bernilai ratusan juta rupiah ini  diduga dirusak oleh pelaksana yang tidak profesional dan pengawas yang acuh.

"Programnya bagus, tapi pelaksana di lapangan amburadul. Ini jelas akibat minim pengawasan dari stakeholder terkait," tegas Warjani, Jumat (18/9/2026).


Sementara itu, pihak pelaksana proyek berupaya membantah tuduhan pengerjaan yang asal-asalan tersebut. Dikutip dari Indometro, salah satu penanggung jawab proyek berdalih bahwa struktur bangunan memang belum selesai sepenuhnya.


"Kuen mah emang dau ditempel, emang durung ngadeg (Itu memang baru ditempel, memang belum berdiri)," dalihnya saat dikonfirmasi

Meski pelaksana berkali-kali mengelak, desakan publik agar BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan aparat pengawas turun tangan melakukan audit fisik secara menyeluruh kian menguat, demi memastikan uang negara tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.  ( Tri KH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top