Articles by "Kota Cirebon"
Showing posts with label Kota Cirebon. Show all posts
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Perubahan iklim mulai memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat di Kota Cirebon.

Hal itu terlihat dari meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Cirebon karena kesiapsiagaan dinilai penting untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus keberlanjutan pembangunan daerah.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan hal tersebut saat menjadi Pembina Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tingkat Kota Cirebon Tahun 2026 di Grage City Hub, Selasa (11/8/2026).

Effendi mengatakan, berdasarkan data kejadian bencana, terdapat peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 156 kejadian bencana di Kota Cirebon.


Bencana tersebut meliputi pohon tumbang, bangunan ambruk, cuaca ekstrem, banjir, tanah longsor, kebakaran lahan hingga banjir rob.


Jumlah itu hampir dua kali lipat dibandingkan 2020 yang tercatat sebanyak 88 kejadian bencana.

"Perubahan iklim bukan lagi sesuatu yang hanya kita bicarakan sebagai persoalan di masa depan. Dampaknya sudah kita rasakan dan kita hadapi bersama. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi," ujar Effendi.

Ia mengatakan, penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan setelah bencana terjadi.

Kesiapan pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai unsur terkait harus dibangun sejak sebelum potensi bencana muncul.

Effendi menyebutkan, pada Januari 2026, banjir menyebabkan kerusakan tanggul dan merendam lima kelurahan di tiga kecamatan.

Bencana tersebut berdampak terhadap lebih dari 4.000 jiwa.
Sementara itu, selama semester pertama 2026, tercatat lima kejadian banjir di Kota Cirebon.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana tersebut, Pemkot Cirebon telah menetapkan status siaga darurat bencana tahun 2025-2026.
Sejumlah langkah mitigasi juga terus dilakukan, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun penguatan kesiapsiagaan masyarakat.

Di sisi struktural, penanganan dilakukan melalui sejumlah program, di antaranya penataan kawasan Sungai Sukalila, pembangunan senderan dan pintu air, pembenahan drainase Sungai Suba, penanggulan alur sungai di Argasunya, pemasangan trash barrier serta normalisasi drainase Jalan Cipto.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi Pemkot Cirebon bersama pemerintah pusat, BBWS Cimanuk-Cisanggarung dan PT Arida.

Sementara dari sisi nonstruktural, Pemkot Cirebon telah membentuk 12 Kelurahan Tangguh Bencana dan lima Kecamatan Tangguh Bencana.

Di sektor pendidikan, telah dibentuk empat Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan dukungan 75 fasilitator terlatih.

Penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan dengan memasang rambu jalur evakuasi di berbagai fasilitas publik hingga tingkat RW.

"Mitigasi bencana tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Masyarakat juga harus tahu apa yang harus dilakukan, ke mana harus menyelamatkan diri, dan bagaimana saling membantu ketika terjadi keadaan darurat," kata Effendi.

"Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kota," lanjutnya.
Berbagai upaya tersebut turut membuahkan hasil.

Kota Cirebon berhasil mempertahankan kategori Risiko Bencana "Sedang" dari BNPB selama dua tahun berturut-turut.
Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Barat menetapkan Kota Cirebon sebagai salah satu penyelenggara Posko Kolaborasi Siaga Bencana Terbaik pada arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Kekeringan Jadi Perhatian
Selain ancaman banjir dan cuaca ekstrem, Pemkot Cirebon juga memberikan perhatian terhadap potensi kekeringan pada musim kemarau.
Mengacu pada rilis BMKG, Agustus 2026 merupakan puncak musim kemarau.

Hingga 4 Agustus 2026, kekeringan telah melanda tiga RW di Kelurahan Argasunya.
Kondisi tersebut menyebabkan 1.004 kepala keluarga atau sekitar 3.271 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk membantu warga terdampak, Pemkot Cirebon melalui BPBD, PDAM dan PMI telah mendistribusikan sebanyak 45.000 liter air bersih.

Effendi menilai, penanganan kekeringan ke depan perlu diarahkan pada langkah yang lebih antisipatif.

Menurutnya, ketersediaan pasokan air harus dipersiapkan sebelum masyarakat memasuki kondisi kritis.

"Ketika kekeringan sudah terjadi dan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air, tentu kita harus segera hadir. Tetapi ke depan, yang lebih penting adalah bagaimana kita mempersiapkan pasokan air sejak awal, sebelum kondisi menjadi kritis," tuturnya.

"Jadi, penanggulangan bencana harus semakin bergeser pada langkah pencegahan dan kesiapsiagaan," sambungnya.

Lepas Kontingen Jamnas XII
Dalam apel tersebut, Wali Kota Cirebon juga melepas Kontingen Pramuka Penggalang Kota Cirebon yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII.

Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Jamnas XII tahun ini mengangkat tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan".

Effendi berpesan agar para peserta menjadikan Jambore Nasional sebagai ruang untuk mengembangkan kemandirian, keterampilan sekaligus memperluas pengalaman.


"Kepada seluruh Kontingen Kota Cirebon, saya berpesan agar mengikuti Jamnas ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemandirian dan keterampilan," katanya.


"Jaga nama baik Kota Cirebon dan bawa pulang pengalaman yang diperoleh untuk menjadi bagian dari pembangunan daerah," lanjutnya.

Menutup amanatnya, Effendi mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menjadikan kesadaran terhadap bencana sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

"Budaya sadar bencana harus kita bangun bersama, mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat, sampai pascabencana. Kota yang tangguh bukan hanya kota yang mampu menangani bencana ketika terjadi, tetapi juga kota yang mampu mencegah, mempersiapkan diri, dan bangkit setelahnya," ungkapnya.

Menurut Effendi, kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

"Dengan kolaborasi seluruh pihak, Kota Cirebon semakin mampu menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meresmikan kantor baru Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon yang berada di kawasan Grage City Hub, Selasa (11/8/2026).

Pada kesempatan yang sama, kawasan yang sebelumnya dikenal dengan nama Grage City Mall tersebut resmi memperkenalkan identitas barunya menjadi Grage City Hub.

Peresmian dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, Ketua TP PKK Kota Cirebon Noviyanti Edo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Cirebon Walyanah Iing Daiman, sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran manajemen Grage Group, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Effendi Edo mengatakan perpindahan kantor Setda tidak semata-mata dimaknai sebagai perpindahan tempat bekerja.


Menurutnya, kantor baru diharapkan menjadi momentum untuk mengubah pola kerja birokrasi agar lebih terbuka, dinamis, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.


"Hari ini kita mencatat babak baru bagi Pemerintah Kota Cirebon. Kepindahan Sekretariat Daerah ke kawasan ini bukan hanya soal pindah kantor atau berganti meja kerja. Ini menjadi bagian dari upaya kita mengubah cara kerja birokrasi supaya lebih segar, lebih terbuka, dan lebih mudah berkoordinasi," ujar Effendi.

Ia menilai suasana dan lingkungan kerja turut memengaruhi semangat aparatur dalam menjalankan tugas.
Dengan lingkungan kerja yang lebih terbuka dan representatif, koordinasi antarpersonel maupun antarperangkat daerah diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.


"Harapannya tentu semangat kerjanya juga bertambah. Koordinasi lebih mudah, pekerjaan lebih cepat, dan pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat bisa kita berikan secara lebih maksimal dan optimal," katanya.

Effendi juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Grage Group yang telah menyediakan tempat bagi kantor Setda Kota Cirebon.

Ia menyebut kawasan tersebut dinilai representatif untuk mendukung aktivitas pemerintahan sekaligus berada di tengah kawasan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan terima kasih kepada manajemen Grage Group yang sudah memberikan tempat yang baik dan representatif. Tentu ini bukan hal kecil," tuturnya.

Grage City Mall Berubah Jadi Grage City Hub
Pada momen yang sama, Grage City Mall resmi memperkenalkan wajah dan identitas barunya sebagai Grage City Hub.
Effendi menilai penggunaan nama "Hub" memiliki makna sebagai titik temu sekaligus penghubung berbagai aktivitas masyarakat.

"Nama Hub ini menurut saya punya pesan yang kuat. Artinya bukan lagi sekadar tempat orang datang untuk berbelanja, tetapi menjadi titik temu dan penghubung berbagai kegiatan," ungkapnya.

Menurut dia, Grage City Hub nantinya dapat menjadi ruang yang mempertemukan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan usaha, interaksi sosial, hiburan, pelayanan, hingga aktivitas masyarakat lainnya.

"Ini membuat kawasan ini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Kota Cirebon," katanya.

Effendi juga menilai keberadaan kantor Setda di kawasan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.

Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak, terutama masyarakat.

"Pemerintah mendapatkan tempat yang baik untuk bekerja dan memberikan pelayanan, sementara kawasan Grage City Hub juga akan semakin hidup karena menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat. Ini adalah bentuk kerja sama yang saling memberikan manfaat," ujarnya.

Minta Setda Tingkatkan Disiplin
Kepada seluruh jajaran Setda Kota Cirebon, Effendi berpesan agar perpindahan ke kantor baru diikuti perubahan semangat dan kualitas kerja.

Ia meminta jajaran Setda meningkatkan disiplin, mempercepat urusan administrasi, serta memberikan dukungan penuh kepada seluruh perangkat daerah.

"Kantor baru harus dibarengi dengan semangat kerja yang baru. Saya minta seluruh jajaran Setda meningkatkan disiplin, mempercepat urusan administrasi, dan memberikan dukungan penuh kepada perangkat daerah lainnya," tegasnya.

Ia berharap Setda dapat menjadi rumah koordinasi yang memastikan program pembangunan Kota Cirebon berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

"Setda harus menjadi rumah koordinasi yang memastikan program-program pembangunan berjalan lancar, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan tepat sasaran," katanya.

Grage Group: Jadi Rumah Bersama untuk Melayani Masyarakat
Sementara itu, CEO Grage Group, Dekon Gunawan Boediman, mengatakan pihaknya merasa terhormat dengan kehadiran kantor Setda Kota Cirebon di kawasan Grage City Hub.

Menurut Dekon, keberadaan kantor pemerintahan di kawasan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Bagi kami, kehadiran kantor Sekretariat Daerah di sini merupakan suatu kehormatan. Kami melihat tempat ini sebagai rumah bersama untuk melayani masyarakat," ujar Dekon.

Ia menyebut kehadiran kantor Setda juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan pihak swasta dalam mendukung pembangunan Kota Cirebon.


Menurutnya, perpindahan kantor Setda bukan sekadar perubahan lokasi, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.


"Ini bukan sekadar pindah ruang kerja. Yang paling penting adalah bagaimana tempat ini bisa menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal dan roda pembangunan terus berputar. Kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Dekon menambahkan, Grage Group ingin terus menjadi bagian dari perkembangan Kota Cirebon dengan membuka ruang kolaborasi bersama pemerintah maupun masyarakat.

"Kita ingin membangun kota ini bersama-sama. Pemerintah hadir untuk melayani, sementara pihak swasta mendukung melalui ruang dan sumber daya yang kami miliki. Semoga kolaborasi seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) -  Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Kesambi, Kota Cirebon, menggelar Kompetisi Futsal Piala Pemuda Kecamatan Kesambi untuk kelompok usia Sekolah Dasar (SD) di GOR Bima, Kota Cirebon, Rabu (5/8/2026).

Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-53 KNPI Kota Cirebon sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 24 tim beserta official dari berbagai sekolah dan wilayah di Kecamatan Kesambi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Ketua DPK KNPI Kesambi, Luthfi Nur Wahid, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membina generasi muda melalui olahraga, khususnya futsal.

Menurutnya, pembinaan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter, menanamkan sportivitas, sekaligus mengembangkan bakat anak-anak.

"Sasaran kami adalah anak-anak usia sekolah dasar. Menurut kami, pembinaan sejak tingkat dasar sangat penting agar mereka memiliki wadah untuk mengembangkan potensi, khususnya di bidang olahraga futsal," kata Luthfi.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan turnamen merupakan hasil kolaborasi DPK KNPI Kesambi bersama Karang Taruna Kecamatan Kesambi dan Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Kesambi.

Selain itu, kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon, Kecamatan Kesambi, Polsek Kesambi, Koramil, pemerintah kelurahan, hingga jajaran DPK KNPI se-Kota Cirebon.

Luthfi berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan semata, tetapi juga menjadi program pembinaan yang berkelanjutan bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di cabang olahraga futsal.

"Harapannya ini menjadi bagian dari pembinaan olahraga sejak dini, sehingga nantinya lahir bibit-bibit atlet futsal yang bisa berprestasi dan ikut memperkuat Kota Cirebon pada berbagai ajang, termasuk Pekan Olahraga Kota (Popkot)," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, mengapresiasi pelaksanaan Kompetisi Futsal Piala Pemuda Kecamatan Kesambi.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat KNPI dalam menciptakan ruang positif bagi generasi muda melalui olahraga.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkesinambungan dan menjadi inspirasi bagi DPK KNPI di kecamatan lain untuk melaksanakan program pembinaan kepemudaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, mengajak seluruh masyarakat untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan rumah masing-masing sepanjang bulan Agustus 2026.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

"Pengibaran Bendera Merah Putih bukan hanya menjadi tradisi setiap bulan Agustus, tetapi juga simbol semangat persatuan, nasionalisme, dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia," kata Prabu Diaz, Senin (3/8/2026).

Prabu Diaz mengimbau masyarakat Kota Cirebon untuk mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

"Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2026," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan bulan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan.


"Mari kita bersama-sama memeriahkan bulan kemerdekaan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat semangat persatuan, serta meningkatkan jiwa nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat," katanya.

Selain masyarakat umum, Prabu Diaz berharap pemerintah kelurahan, lembaga kemasyarakatan, sekolah, pelaku usaha, hingga berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi aktif memasang Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional

"Dengan berkibarnya Bendera Merah Putih di setiap rumah dan lingkungan, semangat kemerdekaan akan semakin terasa serta memperkuat tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan bersatu," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Keraton Kasepuhan Cirebon kembali menggelar tradisi Apeman sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi yang dilaksanakan pada bulan Safar itu berlangsung khidmat dan diikuti doa bersama oleh keluarga keraton, abdi dalem, serta masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon PR. Goemelar Soeryadiningrat, Patih Anom PR. Nusantara, Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kyai Jumhur, para abdi dalem, dan warga yang memadati lokasi acara.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR. Goemelar Soeryadiningrat, mengatakan tradisi Apeman merupakan bagian dari rangkaian adat menuju peringatan Maulid Nabi yang setiap tahun dilestarikan Keraton Kasepuhan.


"Rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW diawali pada bulan Safar dengan beberapa tradisi, salah satunya bekaseman ikan yang dilaksanakan pada 5 Safar. Insyaallah bekaseman ikan akan dibuka kembali pada 5 Mulud dalam rangkaian Siraman Panjang," kata Goemelar.


Ia menjelaskan, Siraman Panjang merupakan tradisi pencucian piring dan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Gunung Jati. Prosesi tersebut akan mencapai puncaknya pada 12 Mulud yang tahun ini diperkirakan bertepatan dengan 26 Agustus 2026.

Menurutnya, sebelum memasuki puncak peringatan Maulid, Keraton Kasepuhan juga melaksanakan sejumlah tradisi lainnya pada bulan Safar. Di antaranya pelaburan atau pengecatan menggunakan tanah merah pada kawasan Siti Inggil, tembok-tembok Kuta Kosod, hingga lingkungan Keraton Dalem Agung Pakungwati.

"Jadi ada beberapa rangkaian acara yang Insyaallah akan terus dilaksanakan hingga puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW," ujarnya.

Tradisi-tradisi tersebut menjadi bagian dari upaya Keraton Kasepuhan Cirebon menjaga warisan budaya dan syiar Islam yang telah berlangsung turun-temurun, sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah dan adat istiadat Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi Apeman sebagai bagian dari rangkaian peringatan bulan Safar.

Tradisi tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual dengan memanjatkan doa bersama agar dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya.

Doa bersama dipimpin Penghulu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kiai Jumhur, serta diikuti keluarga keraton, abdi dalem, dan masyarakat.

Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon, PR Goemelar Soeryadiningrat, mengatakan tradisi Apeman memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

"Kami bersama-sama berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari tolak bala maupun marabahaya," kata Goemelar, Sabtu (1/8/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat selama ini mengenal bulan Safar sebagai bulan yang identik dengan berbagai bala atau musibah. Namun, menurutnya, musibah pada hakikatnya dapat terjadi kapan saja sehingga yang terpenting adalah terus mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa.

"Karena filosofi di bulan Safar menurut kepercayaan masyarakat itu biasanya banyak bala. Sebenarnya bala atau musibah tidak hanya terjadi di bulan Safar saja," ujarnya.

Goemelar menuturkan, tradisi Apeman merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Keraton Kasepuhan Cirebon yang akan berlanjut dengan tradisi Rebo Wekasan pada 13 Agustus 2026.

Dalam tradisi tersebut, Keraton Kasepuhan akan menggelar sedekah kepada masyarakat melalui prosesi Tawurji sebagai bentuk kepedulian dan berbagi rezeki.

"Insyaallah pada 13 Agustus 2026 kami akan memberikan sedikit rezeki kepada masyarakat melalui rangkaian tradisi Rebo Wekasan. Ini menjadi bagian dari ikhtiar, doa, dan rasa syukur Keraton Kasepuhan kepada Allah SWT," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Swadaya Gunung Jati (IKA UGJ) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di Auditorium Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Sabtu (1/8/2026).

Forum tertinggi organisasi alumni ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026 dan pemilihan ketua serta pengurus baru untuk lima tahun ke depan.
Mubes dihadiri Bendahara Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Dr.

Sahidin, M.Si., Rektor UGJ Prof. Dr. Ahmad Faqih, jajaran sivitas akademika, perwakilan fakultas, serta alumni dari berbagai angkatan dan profesi.


Ketua Panitia Mubes IKA UGJ, Qorib, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarsesama alumni yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.


"Hari ini Mubes IKA UGJ menjadi kesempatan untuk mengumpulkan kembali teman-teman alumni dari berbagai penjuru Nusantara. Selain menjadi ajang reuni dan silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan periode 2021–2026," kata Qorib.

Ia menjelaskan, setelah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus lama, agenda Mubes akan dilanjutkan dengan pemilihan ketua dan pengurus baru yang akan memimpin organisasi hingga lima tahun mendatang.

"Setelah agenda laporan pertanggungjawaban selesai, Mubes akan dilanjutkan dengan pemilihan ketua dan pengurus baru. Kepengurusan yang terpilih nantinya akan melanjutkan roda organisasi IKA UGJ sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan kampus," ujarnya.

Sementara itu, Ketua IKA UGJ periode 2021–2026, AKBP (Purn.) H. Mahyudin, S.H., M.Si., menegaskan Mubes merupakan forum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus melakukan regenerasi kepemimpinan organisasi alumni.

"Yang terpenting dari Mubes ini adalah menjadi sarana silaturahmi dan mempertemukan kembali alumni lintas fakultas serta lintas generasi. Selain itu, agenda besar hari ini adalah pergantian kepengurusan dari pengurus lama kepada pengurus baru melalui mekanisme pemilihan ketua IKA UGJ," ujar Mahyudin.


Ia mengungkapkan, hingga pembukaan sidang Mubes belum ada calon ketua yang mendaftarkan diri karena proses pencalonan baru dibuka setelah pimpinan sidang terbentuk.


"Sampai saat ini memang belum ada yang mendaftar karena pendaftaran calon baru akan dibuka setelah pimpinan sidang terbentuk. Selanjutnya, setiap fakultas dapat mengajukan calon sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam persidangan," jelasnya.

Melalui Musyawarah Besar tersebut, IKA UGJ diharapkan mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid dan mampu memperkuat kontribusi alumni dalam mendukung pengembangan Universitas Swadaya Gunung Jati, baik di bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, maupun penguatan jejaring profesional alumni. (Wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Mutasi jabatan di lingkungan Polri yang mengantarkan AKBP Eko Iskandar bertugas sebagai Kapolres Ciamis meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kota Cirebon.

Salah satu ungkapan tersebut datang dari Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz.

Prabu Diaz menilai, selama memimpin Polres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Menurutnya, hubungan baik terjalin dengan tokoh ulama, tokoh lintas agama, tokoh lintas suku, komunitas ojek online hingga kalangan mahasiswa.


"Di masa kepemimpinan Pak Eko Iskandar, masyarakat merasakan kehadiran polisi yang mengayomi. Berbagai keluhan dan pengaduan masyarakat ditanggapi dengan cepat, sehingga masyarakat merasa terlindungi," kata Prabu Diaz dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).


Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung AKBP Eko Iskandar dalam berbagai agenda masyarakat.

Mulai dari pengamanan Operasi Lilin Lodaya, Operasi Ketupat Lodaya, peringatan Hari Guru, hingga kegiatan keagamaan, mantan Kapolres Cirebon Kota tersebut disebut kerap turun langsung memantau situasi di lapangan.

Menurut Prabu Diaz, salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat ritual Thudong yang diikuti 36 bhante menuju Borobudur.

Saat itu, AKBP Eko Iskandar disebut menyambut rombongan di perbatasan Kota Cirebon, ikut mengawal perjalanan, serta memastikan keamanan dan pelayanan bagi para bhante maupun pengawalnya dari Laskar Agung Macan Ali Nuswantara.

Tak hanya itu, Prabu Diaz juga mengenang kepedulian AKBP Eko Iskandar terhadap masyarakat.

Ia mencontohkan bantuan yang diberikan kepada seorang mahasiswa asal Cirebon yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga dapat melanjutkan pendidikannya.

Bagi Prabu Diaz, kepemimpinan AKBP Eko Iskandar layak menjadi teladan karena dinilai mengedepankan sikap rendah hati, mengayomi masyarakat, menjunjung tinggi kearifan lokal, tata krama, dan kesantunan.

Sebagai bentuk penghormatan, ratusan anggota Laskar Agung Macan Ali Nuswantara mengantar kepergian AKBP Eko Iskandar saat meninggalkan Mapolres Cirebon Kota.

Dalam kesempatan itu, organisasi tersebut juga memberikan gelar kehormatan sebagai Anggota Dewan Kelungguhan Luar Biasa kepada AKBP Eko Iskandar.

Di sisi lain, Prabu Diaz menyampaikan harapannya kepada Kapolres Cirebon Kota yang baru, AKBP Bimantoro Kurniawan.


Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan bahkan meningkatkan keharmonisan, komunikasi, dan silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.


"Laskar Agung Macan Ali Nuswantara siap menjadi mitra Polri, khususnya Polres Cirebon Kota, dalam menjaga persatuan, kebhinekaan, dan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.

Prabu Diaz mengaku optimistis AKBP Bimantoro Kurniawan mampu melanjutkan jejak positif pendahulunya.

Menurutnya, rekam jejak AKBP Bimantoro sebelum menjabat Kapolres Cirebon Kota menjadi modal penting untuk menjaga keamanan dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat di Kota Wali. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cirebon menggelar gowes bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 KNPI Kota Cirebon.

Kegiatan yang diikuti sekitar 1.500 peserta itu menjadi pembuka rangkaian perayaan HUT organisasi kepemudaan tersebut.

Ketua DPD KNPI Kota Cirebon, Jaka Permana, mengatakan jumlah peserta gowes tercatat melalui aplikasi mencapai sekitar 1.500 orang. Ia optimistis antusiasme masyarakat akan semakin meningkat pada puncak peringatan HUT melalui Festival Pemuda.


"Untuk gowes kita cek menggunakan aplikasi, sekitar 1.357 peserta. Nanti kemungkinan di Festival Pemuda bisa lebih banyak lagi karena berbarengan dengan ulang tahun organisasi KNPI Kota Cirebon. Seluruh rangkaian kegiatannya kita sambungkan," kata Jaka saat ditemui di kantor DPD KNPI Kota Cirebon, Minggu (26/7/2026).

Jaka berharap HUT KNPI tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum bagi para pemuda untuk menjaga komitmen dan mewujudkan harapan yang diberikan para pemimpin maupun orang tua.

"Harapannya, apa yang diharapkan oleh para pemimpin maupun orang tua menjadi bagian dari doa yang harus kita jaga komitmennya dan direalisasikan," ujarnya.


Ia menegaskan KNPI Kota Cirebon siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Cirebon dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"KNPI adalah mitra Pemerintah Kota Cirebon. Kami selalu siap menjadi pelopor maupun penggerak pembangunan di Kota Cirebon dan mendukung setiap langkah baik yang dilakukan pemerintah," katanya.


Pada HUT ke-53 tahun ini, KNPI mengusung tema "Menuju Pemuda Indonesia Maju, Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Aksi, Berdampak untuk Negeri." Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bagi para pemuda untuk terus bersatu, melahirkan gagasan, serta menghadirkan aksi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengapresiasi kegiatan gowes yang digelar KNPI karena dinilai membawa semangat positif bagi kalangan pemuda.

"Saya berharap pemuda-pemudi yang ada di Kota Cirebon selalu melakukan hal-hal yang positif sehingga ini bisa membangkitkan semangat," ujar Edo.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kota Cirebon akan terus menjalin sinergi dengan KNPI sebagai mitra dalam membangun daerah.

"Ke depan insyaallah KNPI adalah mitra pemerintah, anaknya daripada pemerintah," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon tengah mengkaji rekayasa arus lalu lintas di kawasan Sukalilah dan Karanggetas untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi titik persilangan kendaraan yang selama ini memicu kepadatan.

Kepala Dishub Kota Cirebon, Gunawan, mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut merupakan bagian dari manajemen arus kendaraan agar tidak seluruhnya bertumpu di kawasan depan Surya Asia.

"Selama ini beban lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi karena kendaraan dari berbagai arah bertemu di satu titik. Melalui rekayasa arus ini kami berharap distribusi kendaraan lebih merata sehingga kemacetan dapat dikurangi," kata Gunawan, Jumat (24/7/2026).

Dalam rencana itu, arus lalu lintas di Jalan Sukalilah Utara akan dibalik. Jika sebelumnya kendaraan melaju dari Simpang Tiga KS Tubun menuju Simpang Empat Jembatan Kali Baru atau Jalan Sriwangi, nantinya kendaraan akan melintas dari Simpang Empat Jembatan Kali Baru menuju KS Tubun.

Menurut Gunawan, perubahan tersebut juga bertujuan mengurangi konflik persilangan kendaraan di Simpang Empat Jembatan Sukalilah-Kali Baru maupun Simpang Tiga KS Tubun. Dengan berkurangnya titik persilangan, arus kendaraan diharapkan lebih lancar dan keselamatan pengguna jalan meningkat.

Dishub memastikan rekayasa arus tidak mengubah trayek angkutan kota (angkot). 

Seluruh angkot tetap melintasi kawasan Sukalilah Utara dengan menyesuaikan pola arus yang baru sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Sampai saat ini semuanya masih dalam tahap kajian dan pembahasan teknis. Kami menargetkan rekayasa arus lalu lintas ini dapat diterapkan sekitar September hingga Oktober 2026 apabila seluruh persiapan telah selesai," ujarnya.

Selain penataan di Sukalilah dan Karanggetas, Dishub Kota Cirebon juga menyiapkan kajian lanjutan untuk penataan lalu lintas di koridor Pekiringan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelancaran mobilitas kendaraan di kawasan pusat Kota Cirebon. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
luhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Cirebon (AMMC) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon, Kamis (23/7/2026). 

Mereka menyuarakan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Cirebon terkait pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah serta menyoroti tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Cirebon.

Koordinator aksi, Doni, mengatakan sejumlah kebijakan pemerintah daerah dinilai mencerminkan ketimpangan sosial dan rasa ketidakadilan bagi masyarakat.

Dalam aksinya, massa mendesak Wali Kota Cirebon mencabut Keputusan Wali Kota Nomor 169 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.


Menurut mereka, pelibatan aparat penegak hukum dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak berpotensi menimbulkan kesan represif dan intimidatif, terutama bagi wajib pajak dari kalangan masyarakat kecil.

Selain itu, Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Cirebon juga meminta Pemerintah Kota Cirebon melakukan audit ulang dan membuka secara transparan besaran tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 5 Tahun 2025. Massa menilai besaran tunjangan tersebut perlu disesuaikan dengan asas kewajaran dan kondisi ekonomi masyarakat.

Aksi tersebut juga menyoroti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun Anggaran 2024 yang mencatat potensi kekurangan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 senilai Rp1,44 miliar yang berkaitan dengan pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon.


"Bagaimana masyarakat diminta patuh membayar pajak, sementara masih ada persoalan kewajiban pajak yang menjadi temuan BPK. Hal ini harus menjadi perhatian serius demi menjaga kepercayaan publik," kata Doni saat berorasi.

Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Cirebon juga menilai kebijakan optimalisasi penerimaan pajak seharusnya diimbangi dengan peningkatan pelayanan publik. Mereka menyoroti masih adanya jalan rusak di sejumlah titik serta persoalan pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Cirebon menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Cirebon, Kamis (23/7/2026). 

Mereka menolak pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah serta menyoroti tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Cirebon.

Aksi tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, yang menemui langsung para demonstran mewakili Ketua DPRD dan anggota dewan lainnya.

Di hadapan massa aksi, Harry menegaskan pemerintah tidak boleh menjalankan kebijakan yang menimbulkan kesan intimidasi kepada masyarakat.


"Pada dasarnya prinsipnya jelas, pemerintah tidak pernah boleh melakukan teror kepada masyarakat," ujar Harry.

Menanggapi tuntutan pencabutan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 169 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah, Harry memastikan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

"Perwal 169 nanti akan kita tindak lanjuti. Apa pun produk hukum yang dilaksanakan tentu memiliki dasar. Nanti kita akan pertanyakan seperti apa dasar hukumnya kepada Pemerintah Kota Cirebon," katanya.


Harry menambahkan, setiap kebijakan pemerintah harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak boleh menimbulkan rasa takut.

"Tetapi yang pasti, idealnya pemerintah tidak mungkin meneror rakyatnya. Seperti yang juga sudah disampaikan pemerintah pusat, pemerintah tidak pernah meneror masyarakatnya," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Cirebon mendesak Pemerintah Kota Cirebon mencabut Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 169 Tahun 2026 terkait pembentukan Satgas Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan.

Selain itu, mereka juga meminta Pemerintah Kota Cirebon membuka secara transparan penggunaan anggaran tunjangan perumahan anggota DPRD Kota Cirebon serta melakukan audit ulang terhadap kebijakan tersebut. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Cirebon) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon terus mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui edukasi kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk membangun ketahanan masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Kepala BNN Kota Cirebon, Kombes Pol. Rohadi, S.I.K, mengatakan sasaran utama edukasi meliputi lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kalangan pelajar.

"Harapannya, masyarakat yang telah mendapatkan edukasi memiliki ketahanan yang kuat sehingga ketika dewasa tidak ikut-ikutan menjadi pemakai maupun pengedar narkoba," kata Rohadi saat ditemui di kantor BNN kota Cirebon, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, BNN Kota Cirebon rutin menggelar sosialisasi di berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Cirebon.

Selain itu, penyuluhan juga dilakukan kepada warga di lingkungan permukiman.


Tak hanya menyasar pelajar dan masyarakat umum, BNN juga mulai memperluas edukasi ke lingkungan kerja. Sosialisasi dilakukan di sejumlah perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.


Meski demikian, Rohadi menyebut kondisi peredaran narkoba di wilayah Kota Cirebon hingga saat ini masih relatif terkendali berdasarkan data yang diterima BNN.

"Untuk Kota Cirebon sendiri tidak terlalu parah. Namun kami tetap berupaya melakukan pemberantasan. Jika ada informasi terkait peredaran narkoba, pasti akan kami tindak lanjuti," tegasnya.

BNN Kota Cirebon berharap upaya pencegahan melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memerangi peredaran narkotika. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini mencapai 6,42 persen. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 serta pemberian pembekalan soft skill bagi peserta Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2.

Kegiatan yang berlangsung di Mall UKM Kantor DKUKMPP Kota Cirebon, Rabu (22/7/2026), dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Iing Daiman.

Dalam sambutannya, Iing mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot Cirebon, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi tersebut.

"Hari ini kita bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, dan stakeholder terkait menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Batch 3 Nasional. Kami mengapresiasi sinergi dan kolaborasi ini," kata Iing.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan masih menjadi tantangan bagi Kota Cirebon. Karena itu, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya pemerintah membekali pencari kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha.

"Tingkat Pengangguran Terbuka masih berada di angka 6,42 persen. Pelatihan ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk membekali para pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan," ujarnya.

Iing menambahkan, seluruh peserta merupakan warga Kota Cirebon yang telah lolos proses seleksi. Ia berharap pelatihan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga melahirkan wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Konsepnya tidak hanya mencari peluang kerja, tetapi juga menciptakan peluang kerja melalui usaha mandiri," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cirebon Ma'ruf Nuryasa mengatakan pihaknya terus memperluas kesempatan kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan.

"Bagaimana caranya supaya lebih banyak lagi orang di Kota Cirebon bisa bekerja atau berusaha," kata Ma'ruf.

Ia menjelaskan, pada Batch 2 tersedia pelatihan digital marketing dan teknisi handphone.

Sedangkan pada Batch 3, jumlah jurusan bertambah menjadi lima, yakni digital marketing, teknisi handphone, operator sewing (menjahit), barista, serta pembuatan roti dan kue.

Menurut Ma'ruf, seluruh program disusun dengan konsep link and match agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Bahkan selama pelatihan, peserta akan mengikuti kunjungan industri dan mendapatkan materi langsung dari perusahaan sebagai calon pengguna tenaga kerja.

"Harapannya peserta tidak berhenti hanya di pelatihan, tetapi benar-benar bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja atau membuka usaha sendiri," ujarnya.

Pendaftaran pelatihan dilakukan secara terbuka melalui akun Siap Kerja.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti tahapan asesmen dan wawancara yang diselenggarakan Disnaker Kota Cirebon sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kota Cirebon) -
Pemerintah Kota Cirebon merayakan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 dengan mengadakan upacara di halaman Balai Kota Cirebon pada Senin, 13 Juli 2026. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin acara yang dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara, pelaku koperasi, dan berbagai elemen terkait.

Dengan tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", peringatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam membangun koperasi sebagai pilar utama ekonomi rakyat yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Sebelum membacakan pidato resmi dari Menteri Koperasi Republik Indonesia, Wali Kota menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Cirebon. Ia menyatakan bahwa koperasi bukan hanya lembaga ekonomi yang diwariskan turun-temurun, tetapi juga ruang kebersamaan yang terus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah beragam dinamika dan tantangan.

"Koperasi bagi Kota Cirebon bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas solidaritas yang terus menjaga denyut ekonomi masyarakat. Nilai gotong royong dan kebersamaan yang telah tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal besar untuk membangun ekonomi yang semakin kuat dan mandiri," ujar Wali Kota.


Ia menekankan bahwa semangat tersebut selaras dengan kebijakan pusat yang terus memperkuat peran koperasi dalam pembangunan nasional. Sejumlah pesan strategis dari Menteri Koperasi diharapkan menjadi panduan bagi semua pemangku kepentingan dalam memajukan koperasi menjadi lebih modern dan profesional, serta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Wali Kota menyampaikan pesan dari Menteri Koperasi Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut ada apresiasi bagi seluruh pihak terkait koperasi, mulai dari pengurus hingga anggota, yang terus menjaga keberadaan dan perkembangan koperasi di tengah berbagai tantangan.

Menteri Koperasi menyoroti bahwa Hari Koperasi bukan hanya seremoni tahunan tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukuhkan kembali peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional. Pemikiran Bung Hatta dinilai masih relevan, menjadikan koperasi sebagai usaha bersama dengan semangat gotong-royong dan prinsip kekeluargaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pidato tersebut juga menguraikan langkah pemerintah dalam memperkuat gerakan koperasi nasional, seperti melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan membentuk lebih dari 80 ribu koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.


Diharapkan, KDKMP mampu mempersingkat rantai distribusi, memperkuat akses pembiayaan, memperluas pasar produk lokal, dan menyediakan layanan ekonomi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Pemerintah juga mendorong pembentukan koperasi sektor produksi di bidang strategis seperti pengelolaan energi, perikanan, dan industri berbasis masyarakat. Sementara itu, koperasi generasi muda mulai berkembang di sektor ekonomi kreatif dan digital, termasuk perfilman, gim, startup, serta komunitas kreatif dan petani milenial.

Melalui transformasi ini, koperasi diharapkan dapat menghilangkan stigma sebagai organisasi yang lambat dan konvensional. Sebaliknya, koperasi modern didorong untuk memanfaatkan teknologi digital, sistem pembayaran elektronik, analisis data, dan kecerdasan buatan guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.


Pada akhir acara, Wali Kota mengajak semua elemen masyarakat untuk memanfaatkan peringatan Hari Koperasi ke-79 sebagai momentum untuk memperkuat gerakan koperasi di Kota Cirebon.

"Melalui semangat Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, saya mengajak seluruh insan koperasi untuk terus memperkuat tata kelola, memperluas kolaborasi, serta menjaga semangat gotong royong. Dengan koperasi yang sehat, modern, dan berdaya saing, kita optimistis ekonomi kerakyatan akan tumbuh semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kota Cirebon) - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat upaya penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur pengendali genangan di sejumlah titik rawan. Salah satunya pembangunan senderan Sungai Suba di RW 09, Kelurahan Drajat, yang ditinjau langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (8/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana sekaligus melihat kondisi di lapangan. Keberadaan senderan sungai diharapkan mampu mengurangi risiko luapan air yang selama ini kerap menyebabkan banjir di permukiman warga saat hujan deras.
Effendi Edo mengatakan pembangunan senderan tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan panjang sekitar 90 meter dan tinggi 1,8 hingga 2 meter.

"Senderan yang dibangun BBWS ini memiliki panjang kurang lebih 90 meter dengan tinggi sekitar 1,8 hingga 2 meter. Kami berharap keberadaan infrastruktur ini dapat mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini menjadi penyebab banjir di permukiman warga," ujarnya.

Ia menjelaskan, upaya pengendalian banjir juga dilakukan di RT 01 RW 01 Kelurahan Drajat. Di lokasi tersebut, pembangunan senderan telah selesai dan dilengkapi pintu air serta perbaikan saluran drainase untuk memperlancar aliran air.

"Di wilayah RW 01, pembangunan senderan sudah selesai. Selain itu juga telah dilengkapi pintu air dan pembenahan saluran drainase. Dengan sistem yang semakin baik, kami berharap kemampuan kawasan ini dalam mengendalikan genangan juga semakin optimal," katanya.

Effendi Edo turut mengajak masyarakat menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Lurah Drajat, Daniar, mengatakan wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang paling sering terdampak banjir sejak 2024. Saat banjir besar terjadi, ketinggian air bahkan mencapai sekitar dua meter dan merendam permukiman warga.

Menurutnya, pada Februari 2026 wilayah tersebut kembali dilanda banjir sebanyak dua kali dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu membuat warga terus mengusulkan pembangunan senderan dan normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang.


"Harapan terbesar masyarakat memang pembangunan senderan dan normalisasi sungai. Selama ini banjir yang terjadi cukup besar sehingga kedua langkah tersebut menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi dampak yang dirasakan warga," ujar Daniar.


Daniar menyebut sedikitnya 160 kepala keluarga terdampak banjir di kawasan tersebut. Pihak kelurahan pun akan kembali mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 Kelurahan Drajat yang masih rawan terdampak luapan air.

"Kami akan terus mengusulkan pembangunan senderan di RT 02 karena kawasan itu juga masih rawan terdampak banjir. Apalagi luapan air yang terjadi tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga merupakan kiriman dari daerah hulu. Penanganannya perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan," pungkasnya. ( Wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top