E satu.com (Tangerang) - Prosedur pelayanan di instalasi gawat darurat (IGD) RS Tiara dipertanyakan keluarga seorang remaja berusia 17 tahun, warga Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Remaja bernama Muhammad Gilang Jihadi tersebut mengalami luka pada kaki kiri disertai pendarahan setelah kakinya terbentur batu ketika mengendarai sepeda motor bersama temannya.

Melihat kondisi anaknya, orang tua Gilang, Asep, segera membawanya ke IGD RS Tiara. Yang merupakan RS   paling dekat dengan kediamannya

Namun, Asep mengaku kecewa dengan prosedur pelayanan yang diterima anaknya. Menurut dia, Gilang yang mengalami luka dan pendarahan tidak langsung mendapatkan penanganan medis karena keluarga terlebih dahulu harus melalui proses pendaftaran dan menyampaikan kronologi kejadian.

“Anak saya kakinya terluka cukup dalam dan mengalami pendarahan, tapi di rumah sakit anak saya tidak langsung ditangani. Anak saya terlihat seperti tidak kuat menahan rasa sakit,” ujar Asep, Rabu (30/9/2026).

Karena khawatir dengan kondisi anaknya, Asep akhirnya membawa Gilang ke tempat pelayanan kesehatan lain.

Menurut Asep, di tempat tersebut Gilang langsung mendapatkan penanganan medis. Luka pada kaki kirinya mendapat enam jahitan, dan pasien juga diberikan obat untuk meredakan rasa nyeri.

“Alhamdulillah, langsung ditangani. Lukanya mendapatkan enam jahitan dan diberikan obat nyeri,” katanya.

Administrasi Menunggu, Kondisi Pasien Diprioritaskan

Asep menilai kondisi pasien semestinya menjadi perhatian utama ketika seseorang datang ke IGD dalam keadaan terluka dan mengalami pendarahan.

Menurutnya, proses administrasi tetap dapat dilakukan, tetapi penanganan awal terhadap pasien seharusnya tidak harus menunggu seluruh proses administrasi selesai.

“Seharusnya pihak rumah sakit memprioritaskan kondisi pasien yang sedang terluka. Minimal dibersihkan lukanya dan diberikan obat pereda rasa sakit sambil menunggu proses administrasi berjalan,” ujar Asep.

Ia mengatakan dirinya sebagai orang tua siap bertanggung jawab terhadap persoalan administrasi maupun kebutuhan anaknya selama mendapatkan pelayanan medis.

“Kan saya selaku orang tua siap bertanggung jawab. Pasien jangan dibiarkan menahan rasa sakit cukup lama,”  Pungkasnya

( AWW )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top