Articles by "Kuningan"
Showing posts with label Kuningan. Show all posts
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat bersama Bhayangkari menggelar bakti sosial berupa kegiatan kebersihan lingkungan di kawasan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Maman Ismail, A.Md., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Satbrimob Daerah Jawa Barat.

Aksi bersih-bersih ini menjadi bentuk kepedulian Brimob dan Bhayangkari terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan wisata Waduk Darma yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kuningan.


Kompol Maman Ismail mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan upaya menjaga kenyamanan kawasan wisata.

"Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kebersihan kawasan wisata," ujar Kompol Maman kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Brimob dan Bhayangkari berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar membiasakan perilaku hidup bersih serta menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman.

Diharapkan, kegiatan bakti sosial tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian kawasan Waduk Darma sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan destinasi wisata.

Peringatan HUT ke-81 Korps Brimob Polri pun menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan, tetapi juga lewat aksi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kuningan)  -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memilih Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, sebagai salah satu desa yang didorong menjadi ekosistem keuangan inklusif.

Langkah tersebut dilakukan OJK Cirebon sebagai bagian dari komitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan perekonomian daerah.

Desa Jagara dipilih karena memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata, UMKM, hingga perikanan.

Desa Jagara juga menjadi salah satu destinasi wisata terbaik tingkat nasional dan mendapat penghargaan dari Kementerian Desa pada Januari 2026.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pihaknya melihat potensi ekonomi yang besar di Desa Jagara.

"Kami melihat ini potensi yang luar biasa. Kultur masyarakat di sini tidak hanya dari sektor UMKM, tetapi juga ada perikanan," kata Agus, kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, OJK juga ingin membantu mempromosikan potensi wisata Desa Jagara. Namun, di sisi lain masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan keuangan secara optimal.

Salah satunya terjadi pada sektor perikanan. Dari sekitar 230 warga pelaku usaha tambak, Agus menyebut baru sebagian yang memiliki potensi untuk dikembangkan secara maksimal.

"Di sektor perikanannya banyak sekitar 230 warga pelaku usaha tambak. Di antaranya sekitar 10 persen memiliki potensi yang bisa dikembangkan dan sisanya terkendala modal," ujarnya.

Karena itu, OJK akan mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Desa Jagara.

Target lainnya adalah mendorong perbankan menghadirkan lebih banyak agen layanan perbankan di desa sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan.

OJK juga akan mendorong digitalisasi transaksi UMKM melalui penggunaan QRIS. Program tersebut nantinya akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia.

"Kami berharap nanti melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, banyak pelaku UMKM menyediakan transaksi pembayaran melalui QRIS," katanya.

Digitalisasi juga diharapkan diterapkan dalam transaksi yang berada di bawah koordinasi BUMDes Desa Jagara.


Selain akses pembiayaan, OJK juga akan mendorong masyarakat memiliki simpanan, termasuk melalui program Simpanan Pelajar (SimPel).


Sekolah-sekolah yang berada di Desa Jagara akan didata untuk kemudian didorong membuka rekening tabungan bagi para pelajar.

"Jadi tidak hanya dari akses pembiayaan, tetapi juga simpanan," ucap Agus.

OJK Cirebon juga membuka peluang kolaborasi dengan Pegadaian untuk mendorong masyarakat memiliki tabungan emas.

Program tersebut dapat dikolaborasikan dengan pengelolaan sampah melalui program bank sampah.

Nantinya, sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan dalam bentuk emas.

Dengan berbagai program tersebut, OJK berharap ekosistem keuangan di Desa Jagara semakin berkembang dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata desa. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Desa Wisata Jagara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus berbenah untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Tak hanya mengandalkan destinasi wisata, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagara juga mengembangkan berbagai sektor usaha dengan melibatkan masyarakat lokal, pemilik lahan, perbankan hingga pihak ketiga.

Salah satunya melalui pengembangan kawasan Tepi Dago Jagara yang melibatkan masyarakat setempat.

Sementara Jagara Eco Park dikembangkan melalui kolaborasi dengan pihak ketiga, termasuk warga yang memiliki lahan pribadi di kawasan tersebut.
Konsep kolaborasi itu kemudian diperluas melalui pengembangan pasar kreatif yang diisi para pelaku UMKM.


Pasar kreatif tersebut membentang di sepanjang jalan mulai dari gerbang Desa Jagara hingga batas kawasan Jagara Eco Park.

Kehadiran pasar kreatif ini menjadi bagian dari upaya BUMDes agar meningkatnya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga.

Ketua BUMDes Jagara, Sopyan, mengatakan geliat pariwisata di desanya kini semakin terasa.

Menurutnya, kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Jagara saat ini mencapai sekitar 130 ribu orang setiap bulan.


"Pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara," kata Sopyan, kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).

Untuk memperkuat posisi Jagara sebagai destinasi wisata, sejumlah atraksi juga terus dikembangkan.
Mulai dari banana boat, perahu wisata, jet ski hingga berbagai wahana air lainnya.

Tak berhenti di sana, BUMDes Jagara juga tengah menyiapkan konsep restoran terapung.

Restoran tersebut nantinya diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

"Sekarang kami mengarah bagaimana Desa Wisata Jagara bisa menjadi sentral wisata, terutama untuk wisatawan internasional, dengan menyediakan berbagai daya tarik dan atraksi," ujarnya.

PAD Desa Terus Melonjak
Meningkatnya aktivitas pariwisata juga berdampak terhadap kontribusi BUMDes Jagara terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).

Sopyan menuturkan, ketika dirinya mulai memimpin BUMDes pada 2023, kontribusi terhadap PAD desa tercatat sebesar Rp69 juta.

Saat itu, penyertaan modal yang diberikan mencapai Rp24 juta.
Setahun kemudian, kontribusi BUMDes meningkat menjadi Rp128 juta, sementara penyertaan modal masih sebesar Rp24 juta.

Kinerja tersebut kembali melonjak pada 2025.
Kontribusi BUMDes Jagara terhadap PAD desa mencapai Rp588 juta.


Untuk 2026, BUMDes Jagara mendapatkan target kontribusi PAD sebesar Rp680 juta.
Bahkan, target tersebut diproyeksikan kembali meningkat menjadi Rp1 miliar pada 2027.

"Pendapatan kami kelola melalui beberapa daya tarik destinasi yang ada di Desa Wisata Jagara. Yang paling dominan masih dari atraksi wisata yang kami kelola, selain dari pengelolaan sampah," ungkap Sopyan.

Menurut Sopyan, perkembangan BUMDes tersebut merupakan bagian dari upaya membangun desa yang lebih mandiri secara ekonomi.

Desa diharapkan tidak terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah, tetapi mampu menciptakan sumber pendapatan melalui pengelolaan potensi yang dimiliki.

"Ini menjadi inspirasi kami bagaimana Desa Jagara bisa berperan menggantikan sumber dana yang berkurang. Kami ingin Desa Jagara menjadi desa mandiri yang tidak bergantung pada APBD maupun APBN, sehingga pembangunan ekonomi masyarakat bisa terus berjalan," tuturnya.

Sopyan juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan Desa Wisata Jagara.

Salah satunya OJK Cirebon yang dinilai memberikan dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata serta pelaku usaha masyarakat.

Dengan konsep kolaborasi antara BUMDes, masyarakat, sektor perbankan, dan mitra usaha, Desa Wisata Jagara kini tak hanya diarahkan sebagai destinasi wisata.

Kawasan tersebut juga terus dikembangkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. (Wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Berawal dari keterbatasan modal dan belum optimalnya potensi desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini mampu mengembangkan sektor pariwisata sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

Salah satu potensi yang dikembangkan adalah kawasan Waduk Darma yang berada di sekitar Desa Jagara.

BUMDes Jagara dibentuk pada 23 November 2022. Sejak awal berdiri, pengelola melihat keberadaan Waduk Darma sebagai modal utama untuk mengembangkan Desa Wisata Jagara.

Direktur BUMDes Desa Jagara, Sopyan, mengatakan pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa.

"Mulai tahun 2022, kami mencoba mengarahkan pengembangan ke Desa Wisata Jagara karena di sini sudah ada destinasi objek wisata Waduk Darma. Ini menjadi cikal bakal pemikiran kami untuk mengembangkan potensi desa," ujar Sopyan.


Menurutnya, keberadaan BUMDes tidak hanya berorientasi pada keuntungan lembaga.

Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai, mulai dari mengoptimalkan potensi desa, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, hingga meningkatkan pendapatan BUMDes.

Pendapatan tersebut diharapkan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) Jagara.

Dalam mengembangkan usaha, BUMDes Jagara mengedepankan inovasi dan kolaborasi.

Keterbatasan modal yang dimiliki membuat BUMDes harus menggandeng berbagai pihak, termasuk perbankan dan masyarakat.

"Karena keterbatasan modal, kami tidak bisa terlepas dari koordinasi dan kolaborasi dengan pihak perbankan sebagai support system pengembangan usaha. Kami juga melibatkan masyarakat sebagai investor lokal," jelasnya.


Upaya tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada 2024, Desa Wisata Jagara berhasil masuk lima besar Lomba Desa Wisata Nusantara.

Prestasi tersebut kemudian meningkat pada tahun berikutnya. Desa Wisata Jagara berhasil meraih juara pertama Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 kategori Maju Mandiri yang diselenggarakan Kementerian Desa.

Kini, BUMDes Jagara mengelola dan berkolaborasi dalam sejumlah potensi wisata serta sektor ekonomi masyarakat.

Di antaranya pengelolaan objek wisata Waduk Darma melalui kerja sama dengan PT Jaswita Jabar, pengembangan kawasan Tepi Dago Jagara, pasar kreatif sebagai ruang bagi pelaku UMKM lokal, Taman Desa Jagara, hingga Jagara Eco Park.

Sopyan mengatakan pengembangan wisata tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendatangkan wisatawan.

Lebih dari itu, BUMDes ingin memastikan masyarakat Desa Jagara ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

"Kami ingin warga masyarakat desa menjadi pelaku usaha dari aktivitas wisata yang ada di Desa Jagara. Jadi manfaat ekonomi dari pariwisata bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," katanya. (Wandi)

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengintensifkan pengawasan terhadap berbagai lembaga jasa keuangan yang beroperasi di wilayah Ciayumajakuning, meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas industri keuangan di tengah proses penataan serta dinamika kinerja sektor perbankan daerah.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib bersama Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Cirebon Otto Marganda Sinaga dalam Media Update Triwulan II di Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/9/2026).

Otto mengatakan, pengawasan dilakukan secara aktif maupun pasif terhadap sejumlah entitas di sektor jasa keuangan.

"Selain itu, secara aktif maupun pasif kami juga melakukan pengawasan terhadap satu perusahaan manajer investasi, tiga perusahaan sekuritas, delapan agen penjual reksadana, dan 22 perusahaan efek," kata Otto.

Pengawasan tersebut juga beriringan dengan proses penataan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Ciayumajakuning.

Otto menjelaskan, secara agregat kinerja finansial BPR sempat mengalami koreksi secara tahunan atau year-on-year.

Penurunan tersebut tercatat pada penyaluran kredit sebesar 12,88 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 11,92 persen, serta total aset sebesar 8,81 persen.

Menurut Otto, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan secara agregat adalah adanya BPR yang dicabut izin usahanya serta perpindahan portofolio pengawasan salah satu BPR ke kantor OJK lainnya.

"Di awal tahun ini yang ikut mendorong penurunan itu antara lain ada salah satu BPR di bawah pengawasan kami yang dicabut izin usahanya. Ada lagi satu BPR yang portofolio pengawasannya berpindah dari Kantor OJK Cirebon ke kantor OJK lainnya, sehingga secara agregat mempengaruhi perkembangan datanya," ujarnya.

Meski tengah menjalani proses penataan, OJK menyebut kondisi fundamental BPR di wilayah Ciayumajakuning masih terjaga.

Rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,55 persen.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi efisiensi operasional, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat membaik menjadi 85,80 persen.

Sementara Return on Assets (ROA) juga mengalami kenaikan sebesar 0,03 persen pada Juni dibandingkan Mei.


"Bagi pengawas, ini merupakan satu indikasi yang cukup baik dalam konteks kinerja keuangan. Kinerja keuangan sektor perbankan BPR di wilayah Ciayumajakuning pada triwulan II ini masih terjaga dengan baik," kata Otto.

OJK Cirebon pun memastikan pengawasan terhadap BPR akan terus dilakukan, termasuk terhadap penyaluran kredit.

Saat ini, penyaluran kredit BPR di wilayah Ciayumajakuning didominasi sektor perdagangan, serta kredit modal kerja dan konsumsi.

Pengawasan tersebut menjadi penting karena kontribusi aset BPR Ciayumajakuning mencapai 18,85 persen dari total aset BPR di Jawa Barat.

OJK Cirebon menegaskan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan kegiatan industri jasa keuangan tetap berjalan secara sehat sekaligus mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Ciayumajakuning. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - Udara dingin menyambut langkah di lereng Gunung Ciremai, tepatnya di Perkebunan Kopi Botanika, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.

Di tengah hamparan tanaman kopi, biji-biji kopi tumbuh dan dirawat hingga menghasilkan cita rasa yang kini mulai dikenal hingga mancanegara.

Pengelola Perkebunan Kopi Botanika, Robi, menceritakan perjalanan perkebunan tersebut yang kini menjadi salah satu binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon.

Robi yang telah lama berkecimpung di dunia perkopian mengatakan, Perkebunan Botanika mulai dirintis sejak tahun 2000-an. Saat itu, lahan yang digunakan sekitar 16 hektare dengan penanaman awal mencapai 10 ribu pohon kopi.


"Sebetulnya untuk berkebun di sini kita berawal dari tahun 2000-an. Nah, dari tahun 2000-an dan kita melanjutkan di tahun 2022 sampai sekarang. Untuk perluasan lahan, penanaman pertama ada 10.000 pohon dengan area 16 hektare. Untuk mitra petani, kita sama mitra petani itu hampir 25 hektare," kata Robi saat ditemui, Kamis (10/9/2026).


Perjalanan panjang itu perlahan membuahkan hasil. Kini, Perkebunan Kopi Botanika mampu menghasilkan sekitar 20-25 ton kopi setiap tahun.

Produksi tersebut tak lepas dari peran para petani yang ikut mengembangkan perkebunan kopi di kawasan tersebut. Dari awalnya hanya melibatkan sekitar 5-10 petani, kini jumlahnya telah berkembang menjadi 30 petani kopi.

"Awal-awal memang dari 5 sampai 10 orang. Alhamdulillah kita tahun ke tahun lebih meningkat lagi. Sampai sekarang ini sudah ada 30 petani kopi," ujarnya.

Robi menyebut Botanika tidak hanya mengembangkan satu jenis kopi. Saat ini terdapat tiga jenis kopi yang dikembangkan, yakni Arabika, Robusta, dan Liberika yang masih dalam tahap pengembangan.

Dari ketiga jenis tersebut, Arabika menjadi varietas yang paling dominan dengan komposisi sekitar 70 persen.

"Untuk jenis kopinya kita ada Arabika, Robusta, dan untuk Liberika kita masih tahap pengembangan. Untuk dominasi kita hampir 70 persen jenis Arabika," jelasnya.

Untuk mencapai area perkebunan, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalur berbatu dan menanjak. Namun, medan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman menikmati perkebunan kopi di lereng Ciremai.

Sambil berjalan menyusuri kebun, Robi terus menceritakan perkembangan Botanika. Salah satunya mengenai pemasaran kopi yang kini tidak hanya menyasar pasar dalam negeri.

Kopi Botanika telah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, produknya mulai merambah pasar luar negeri.

"Kemarin kebetulan baru ke Thailand, terus Jepang, terus ada sebagian teman kita masuk ke Amerika," katanya.

Menurut Robi, salah satu karakter yang membuat kopi dari kawasan tersebut berbeda adalah cita rasanya. Kopi Arabika Botanika dinilai memiliki karakter yang lebih manis, halus, serta menonjolkan sensasi buah atau fruity.

"Untuk spesialnya kita di sini cenderung kopinya lebih manis, smooth, untuk buahnya juga lebih ada. Untuk fruity-nya cenderung gaya Arabika utamanya," ujarnya.

Robi juga merupakan bagian dari kelompok Buana Ciremai, yang menjadi salah satu ekosistem pengembangan kopi di wilayah Kuningan.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengapresiasi potensi kopi Kuningan.


Menurutnya, kopi yang tumbuh di wilayah tersebut memiliki karakter rasa yang khas dan peluang besar untuk dikembangkan lebih luas.

"Kopi dari Kuningan ini memiliki cita rasa yang sangat khas dan berpotensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga hingga tembus ke pasar global," ujar Wihujeng.

Dari perkebunan di lereng Ciremai, perjalanan kopi Botanika kini tak lagi berhenti di pasar lokal.

Dari tangan para petani, biji kopi itu perlahan menempuh perjalanan lebih jauh, membawa rasa khas Kuningan hingga ke sejumlah negara. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif
Uploaded Image

E satu.com || Kuningan - Secangkir kopi bagi Aji Satria, atau yang akrab disapa Bombom, bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. 

Dari Palimanan, Kabupaten Cirebon, ia datang mencicipi langsung Kopi Arabica Buana Ciremai yang tumbuh di lereng Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Begitu air seduhan menyentuh biji kopi, aroma floral yang elegan perlahan menguar. 

Saat diseruput, rasa fruity yang segar langsung menyapa lidah, kemudian meninggalkan jejak aftertaste yang menggoda.

Bagi Bombom, pengalaman mencicipi Kopi Arabica Buana Ciremai menjadi perjalanan singkat untuk mengenal lebih dekat karakter kopi yang lahir dari tanah Kuningan.

Uploaded Image

"Kalau menikmati kopi, kita bukan hanya menikmati rasanya. Di dalamnya ada cerita tentang petani, alam, dan potensi daerah yang terus dikembangkan," ujar Bombom, saat menikmati secangkir kopi, Kamis (10/9/2026).

Kopi Arabica Buana Ciremai merupakan hasil budidaya para petani yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai.

Keunikan kopi tersebut tidak hanya lahir dari kondisi alam lereng Gunung Ciremai. Proses pascapanen natural yang dilakukan para petani turut membentuk karakter rasa yang khas.

Perpaduan antara ketinggian, lingkungan tumbuh, keterampilan petani, hingga proses pengolahan membuat kopi yang tersaji dalam cangkir memiliki cerita tersendiri.

Bagi Bombom, cita rasa tersebut menjadi bukti bahwa kopi lokal memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan kopi dari daerah lain.

"Dari lereng Gunung Ciremai, biji-biji kopi itu kemudian membawa cita rasa khas Kuningan hingga ke meja para penikmat kopi di berbagai daerah," katanya.

Secangkir Kopi Arabica Buana Ciremai akhirnya bukan hanya tentang aroma floral, rasa fruity, atau manisnya aftertaste. 

Lebih dari itu, ada kisah tentang petani yang merawat tanaman kopi, alam Ciremai yang menjadi rumahnya, serta potensi komoditas lokal yang perlahan terus diperkenalkan lebih luas.

Dari lereng Ciremai, cerita itu pun mengalir bersama setiap tegukan kopi. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

Uploaded Image

E satu.com (Kuningan) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon terus mendorong pengembangan komoditas unggulan di wilayah Ciayumajakuning.

Salah satunya kopi Buana Ciremai yang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

Pengembangan kopi tersebut menjadi bagian dari dua fokus utama Bank Indonesia dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai rupiah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan fokus pertama BI adalah menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi.

Uploaded Image

"Pertama tentu saja terkait dengan inflasi. Jadi kita masuk ke komoditas-komoditas yang membawa inflasi, kita masuk untuk peningkatan produktivitas dan kontinuitas pasokan," kata Wihujeng, Kamis (10/9/2026).

Selain menjaga stabilitas harga, BI juga memiliki fokus menjaga stabilitas nilai rupiah terhadap mata uang negara lain. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong peningkatan ekspor melalui pengembangan komoditas yang memiliki potensi pasar global.

"Yang kedua karena kita bicara stabilitas rupiah, tentu stabilitas rupiah terhadap mata uang negara lain. Sehingga di sinilah peran kita untuk mendorong ekspor, lebih fokus kepada komoditas-komoditas yang punya potensi ekspor besar," ujarnya.

Uploaded Image

Menurut Wihujeng, kopi Buana Ciremai menjadi salah satu komoditas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena potensi ekspornya cukup menjanjikan.

Karena itu, Bank Indonesia Cirebon terus memberikan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi yang berasal dari kawasan Buana Ciremai.

"Nah, ketika kita bicara ekspor, komoditas kopi Buana Ciremai ini potensinya sangat besar untuk ekspor. Sehingga Bank Indonesia, khususnya di Cirebon, juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas untuk komoditas kopi Buana Ciremai," katanya.

Uploaded Image

Pendampingan yang dilakukan BI tidak hanya menyasar hasil akhir produk.

Pengembangan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan melibatkan para petani kopi di wilayah Ciayumajakuning.

"Jadi pengembangannya kita lakukan pendampingan dari hulu ke hilir kepada petani-petani kopi yang ada di Ciayumajakuning," pungkas Wihujeng. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif


E satu.com (Kuningan) - Bank Indonesia (BI) Cirebon terus mendorong pengembangan komoditas kopi yang dihasilkan para petani di wilayah Ciayumajakuning.

Salah satu potensi yang kini mendapat perhatian adalah kopi Buana Ciremai yang meliputi wilayah Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis mengatakan, potensi kopi di wilayah Buana Ciremai saat ini cukup besar dan memiliki prospek yang baik untuk terus dikembangkan.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, BI Cirebon melakukan pendampingan melalui penguatan kelembagaan, salah satunya dengan pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai.

"Bank Indonesia Cirebon masuk untuk peningkatan kelembagaan, mulai dari pembentukan MPIG atau Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Buana Ciremai yang meliputi Kuningan dan Majalengka," kata Wihujeng, saat melihat kebon kopi buana Ciremai, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, pembentukan MPIG Buana Ciremai telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah. 

Bahkan, belum lama ini telah dilakukan penandatanganan surat keputusan oleh Bupati Kuningan dan Bupati Majalengka.

"Kemarin sudah ada SK yang ditandatangani oleh Bupati Kuningan dan Bupati Majalengka terkait MPIG Buana Ciremai. Jadi ini sudah menjadi kesepakatan, kolaborasi dan sinergi dua kabupaten untuk mendorong komoditas kopi," ujarnya.

Wihujeng menjelaskan, keberadaan MPIG diharapkan dapat memperluas pengembangan komoditas kopi Buana Ciremai. Dengan cakupan yang semakin luas, produktivitas kopi di wilayah tersebut juga diharapkan ikut meningkat.

"Kalau MPIG sudah berjalan, otomatis cakupan komoditas kopi ini akan semakin luas. Ketika cakupannya semakin luas, produktivitas kopi yang ada di Buana Ciremai juga akan semakin meningkat," katanya.

Namun demikian, peningkatan produksi harus dibarengi dengan upaya menjaga kualitas kopi. BI Cirebon pun melakukan pendampingan kepada para petani dan pelaku usaha kopi, baik dari sisi hulu maupun hilir.

"Ketika komoditas ini sudah semakin meningkat, kita juga perlu memastikan kualitasnya. Jangan sampai kalah dengan komoditas kopi dari daerah lain," ujar Wihujeng.

"Sehingga kami di Bank Indonesia juga melakukan pendampingan untuk peningkatan kualitas, baik dari sisi produktivitas maupun di hilirnya," sambungnya.


Uploaded Image

Menurut Wihujeng, peningkatan produktivitas kopi juga akan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar. Sektor kopi dinilai mampu menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari petani hingga pelaku usaha pengolahan.

Ke depan, BI Cirebon juga berharap pengembangan kopi Buana Ciremai tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi dan kualitas. Potensi tersebut juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari sektor pariwisata.

"Nanti kami berharap tahap berikutnya, setelah komoditas ini dari hulunya sudah beres dan produktivitasnya naik, kita bisa angkat juga dari sisi wisatanya. Sehingga masyarakat bisa menikmati kopi sekaligus menjadi wisata edukasi yang bisa dinikmati masyarakat," ungkapnya.

Selain penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas, BI Cirebon juga mendorong para petani dan pelaku usaha kopi untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi.

"Dari sisi hulu kami lakukan pendampingan, mulai dari penguatan kelembagaan termasuk bagaimana kita mendorong mereka untuk digitalisasi," pungkasnya. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com 
(Kuningan) - Komandan Kompi (Danki) 2 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Iptu Alim Fauzi, mendampingi Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

Hingga Rabu (9/9/2026), kobaran api masih membakar sejumlah titik di kawasan hutan tersebut. Berdasarkan laporan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare.

"Laporan sementara kami terima, musibah kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (7/9/2026) dan diperkirakan lokasi terbakar sekitar 40 hektare kawasan hutan," ujar Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat berada di lokasi kebakaran.


Selain terlibat dalam upaya penanganan di lapangan, Dian mengaku sengaja turun langsung untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan proses pemadaman dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan.


Menurut Dian, kebakaran awalnya terjadi di kawasan Blok Cileutik pada Senin. Api kemudian merambat ke sejumlah titik lainnya hingga mencapai lokasi yang ditinjau langsung oleh dirinya bersama tim gabungan.

"Sekarang berdasarkan laporan, sudah sekitar kurang lebih 40 hektare area yang terbakar," katanya.


Meski sejumlah titik api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Asap masih terlihat di beberapa lokasi yang mengindikasikan masih adanya titik api yang belum benar-benar padam.


"Laporan yang kami terima, asap masih terlihat di beberapa lokasi yang mengindikasikan adanya titik api yang belum benar-benar padam," kata Dian.

Sementara itu, Danki 2 Yon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Iptu Alim Fauzi, bersama personel Brimob dan tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman di kawasan TNGC.

Medan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Tim gabungan terus menyisir sejumlah titik untuk memastikan api tidak kembali meluas ke kawasan hutan lainnya.

Petugas gabungan masih disiagakan di lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Mengisi masa libur sekolah, Yayasan Mutiara Bunda melalui SLB Mutiara Bunda Losari, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan outing class di salah satu objek wisata air di Kabupaten Kuningan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus, mulai dari tuna grahita, tuna rungu, hingga anak down syndrome. Tidak hanya didampingi para guru, kegiatan ini juga melibatkan orang tua siswa sehingga suasana kebersamaan terasa semakin hangat.

Selama berada di lokasi wisata, para siswa tampak ceria menikmati suasana alam terbuka. Mereka tidak hanya berinteraksi dengan teman satu sekolah, tetapi juga membaur dengan para pengunjung lainnya. 

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk belajar bersosialisasi di lingkungan yang lebih luas.
Vivin, salah satu siswi SMPLB Mutiara Bunda Losari, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. 
Menurutnya, suasana alam yang asri dan kolam yang bagus membuat dirinya betah bermain bersama teman-teman dan para guru.

"Saya senang bisa bermain di alam terbuka. Kolamnya bagus dan saya senang berkumpul dengan teman-teman sekolah serta guru-guru," ujar Vivin.


Kepala SLB Mutiara Bunda Losari, Wardini, S.Pd., mengatakan kegiatan outing class ini sengaja dilaksanakan untuk mengisi waktu libur panjang sekolah dengan aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan peserta didik.

"Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak merasa senang selama masa liburan. Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara siswa, guru, dan orang tua. Kami juga ingin mengenalkan anak-anak pada lingkungan alam sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan edukasi di luar kelas," kata Wardini.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap peserta didik dapat memperoleh pengalaman baru, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

Reporter.   : Ali Solihin
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kungingan) - Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum.” Melalui operasi tersebut, Polri mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum dengan memaksimalkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang didukung kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar melalui Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menjelang pelaksanaan operasi.

“Sejak jauh hari kami telah melaksanakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk, penyebaran brosur dan leaflet, media sosial, hingga penyuluhan kepada komunitas kendaraan bermotor, pelajar, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna jalan. Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas sekaligus mengetahui sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Lodaya 2026,” kata AKP Aktuin Moniharapon dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat 11 jenis pelanggaran yang menjadi fokus penindakan selama operasi berlangsung, yakni tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan telepon genggam saat berkendara, melanggar marka dan rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, melawan arus, tidak menggunakan helm standar SNI, berboncengan melebihi ketentuan, penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai aturan, penggunaan knalpot bising atau knalpot brong, serta kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan kelengkapan kendaraan.

Pelaksanaan operasi akan difokuskan pada sejumlah ruas jalan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi, di antaranya Jalan Siliwangi dan Jalan Ir. H. Juanda. Selain itu, pengawasan terhadap pelanggaran lalu lintas juga akan ditingkatkan di Jalan Siliwangi, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Ir. Dr. Soekarno, Jalan Moh. Toha, dan Jalan Ir. H. Juanda.

Sementara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, petugas akan memprioritaskan kegiatan operasi di kawasan rawan kecelakaan seperti Jalan Kuningan–Ciamis, Jalan Kuningan–Cirebon, Jalan Eyang Hasan Maolani, dan Jalan R.E. Martadinata.

AKP Aktuin menegaskan bahwa selain penindakan melalui sistem ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran yang terlihat secara langsung di lapangan.

“Selain penegakan hukum melalui ETLE, petugas juga akan melakukan tilang manual terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui teguran simpatik dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap melalui Operasi Patuh Lodaya 2026 kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga dapat menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di wilayah Kabupaten Kuningan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi kelengkapan berkendara, serta mengutamakan keselamatan di jalan. Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan berkeselamatan bagi semua pengguna jalan,” harapnya. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kabupaten Kuningan) -
Bagi masyarakat yang ingin melepas penat dari rutinitas harian, Villa Lingga Warung Linggih bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata alam yang menenangkan.

Tempat ini berlokasi di Blok Legok, Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dengan suasana alam yang sejuk dan asri khas kaki Gunung Ciremai.

Pengelola Villa Lingga Warung Linggih, Ibu Yani mengatakan, tempat tersebut hadir sebagai ruang bagi pengunjung untuk beristirahat sekaligus menikmati keindahan alam.


“Villa Lingga Warung Linggih ini kami hadirkan untuk masyarakat yang ingin refreshing, menikmati udara segar dan suasana tenang jauh dari hiruk pikuk perkotaan,” ujar Yani saat di hubungi melalui nomor WhatsApp (08156406188), Senin (6/4/2026).

Menurutnya, selain menawarkan panorama alam, pihak pengelola juga menyediakan berbagai fasilitas sederhana yang menunjang kenyamanan pengunjung.

“Di sini pengunjung bisa bersantai, menikmati kuliner, serta berkumpul bersama keluarga atau teman,” katanya.


Sementara itu, Helend, salah seorang pengunjung asal Indramayu mengaku senang bisa berkunjung ke tempat tersebut.

“Tempatnya enak, adem banget. Cocok buat healing bareng keluarga, apalagi pemandangannya masih alami,” ujarnya.

Ia berharap, destinasi wisata seperti ini terus berkembang dan tetap menjaga kelestarian alam agar tetap nyaman dikunjungi. (Wandi)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Kuningan menghadirkan terobosan unik untuk melayani masyarakat. Tak sekadar tempat singgah, Pos Terpadu yang berlokasi di Taman Kota Kuningan disulap dengan konsep ramah anak yang menarik perhatian, lengkap dengan dekorasi ikonik gim video Mario Bros.

Kapolres Kuningan, AKBP Muhamad Ali Akbar, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk menghilangkan kesan kaku pada pos polisi, sekaligus memberikan kenyamanan ekstra bagi pemudik yang membawa anak kecil.

Kehadiran karakter Mario Bros, Luigi, dan elemen-elemen khas "Mushroom Kingdom" di dinding pos diharapkan dapat mereduksi stres dan rasa lelah husunya bagi anak-anak selama perjalanan jauh.


Selain visual yang ceria, pos ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas unggulan antara lain disediakan minuman serta snack bagi anakn-anak, ada fasilitas pemeriksaan Kesehatan yang siap mengecek tensi darah, menyediakan obat-obatan ringan hingga vitamin bagi pemudik dan tersedia tempat istirahat yang nyaman.

Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menyampaikan bahwa keselamatan pemudik adalah prioritas utama, dan faktor kelelahan seringkali menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya.

"Kami menyadari bahwa perjalanan jauh sangat menguras energi, terutama bagi anak-anak. Dengan konsep Mario Bros ini, kami ingin anak-anak merasa senang dan orang tua bisa beristirahat sejenak dengan tenang. Kami juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan fisik pemudik tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan," ujar AKBP M. Ali Akbar dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026).

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi wilayah Kuningan agar tidak memaksakan diri jika merasa mengantuk.

"Silakan mampir ke Pos Terpadu Taman Kota. Kami siapkan semuanya untuk kenyamanan masyarakat," tambah Kapolres.


Keunikan pos terpadu ini rupanya menarik perhatian penyanyi dangdut kenamaan asal Kuningan, Ega Noviantika atau yang akrab disapa Ega DA. Saat berada di Pos tersebut, pelantun tembang "Peluk Kasih" ini memberikan apresiasi langsung atas kreativitas Polres Kuningan.

Ega menilai langkah ini sangat membantu para orang tua, terutama sesama ibu muda yang seringkali khawatir akan kenyamanan anak saat diperjalanan.

"Luar biasa sekali inovasi dari Polres Kuningan. Sebagai warga Kuningan, Ega bangga banget! Posnya sangat kreatif, ada gambar Mario Bros yang bikin anak-anak nggak takut lagi sama polisi. Fasilitas kesehatannya juga lengkap, jadi pemudik bisa cek kesehatan dulu supaya tetap fit sampai tujuan," ungkap Ega DA dengan antusias.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Pos Terpadu Taman Kota Kuningan diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman sekaligus membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh agar tetap fit hingga sampai di tujuan. (Heri)
Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) - 
Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Cirebon (FJC) dan Pokja Polres Kuningan menggelar acara bersama bertajuk Gebyar Ramadan Penuh Hikmah, Sabtu 14 Maret 2026. Berlangsung di salah satu rumah makan di Kuningan, acara diisi dengan buka bersama (Bukber) dengan diawali tausiyah dan ngnrol bareng penuh kekeluargaan.

Acara religi para wartawan FJC dan Pokja Polres Kuningan ini mendapat dukung dari bank bjb Bandung. Berbagai ide dan gagasan terkait peran wartawan dalam menyiarkan dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 H tercetus dalam kegiatan tersebut.

Begitupun terkait masa arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri tahun ini, menjadi salah satu mata diskusi saat itu. Teeutama bagaimana sesuai kapasitasnya, para jurnalis bisa memberikan informasi seputar serba-serbi musim mudik/lebaran nanti.


Ketua FJC, Andik Arsawijaya, menyebutkan, momentum bulan Ramadan merupakan saat yang tepat untuk insan pers merenungkan propesinya sejauhmana telah bermanfaat untuk umat. Karena pada hakekatnya profesi jurnalis itu merupakan profesi yang sangat luhur jika dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas.

Karenanya melalui Gebyar Ramadan Penuh Hikmah tersebut, pihaknya berharap bisa menjadi momentum para jurnalis, untuk introspeksi menuju arah kebaikan. Apalagi tidak lama lagi bagi yang beragama muslim bersama-sama akan mwrayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Harus kita ingat, hidup di dunia ini tugas dan tujuan kita yang utama adalah untuk beribadah. Sisanya, urusan duniawi hanya untuk agar ibadah kita kepada yang maha kuasa lancar. Termasuk tentunya ibadah puasa di bulan Ramadan. Karenanya kamj sangat berterimkasih kepada teman-teman jurnalis semuanya. Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada bank bjb yang telah mensuport sehingga bisa terselenggaranya acara ini," papar Andik.

Media Online Yang Inofatif dan Insipiratif

E satu.com (Kuningan) -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan dukungan terhadap upaya pemerataan dan peningkatan inklusi keuangan, khususnya di wilayah Ciayumajakuning, melalui partisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Peningkatan Inklusi Keuangan untuk Pemerataan Ekonomi Rakyat (PINTAR) yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan diselenggarakan di Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan, pada Kamis, 26 Februari 2026.

FGD ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perkembangan sekaligus penguatan strategi implementasi Program PINTAR sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan agar manfaat dari pelaksanaan Program PINTAR semakin dirasakan oleh masyarakat Desa Paninggaran. Kegiatan turut dihadiri Dr. Erdiriyo, SE., MM. selaku Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), RISE selaku mitra riset Program PINTAR, serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Turut hadir pula Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Asisten Daerah 1 dan 2 Kabupaten Kuningan serta perangkat Desa Paninggaran dalam kegiatan FGD tersebut.


Dalam forum tersebut, OJK menekankan bahwa peningkatan inklusi keuangan merupakan instrumen strategis sekaligus pondasi penting dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya bagi masyarakat desa dengan keterbatasan akses, kapasitas ekonomi, dan latar belakang pendidikan. Program PINTAR dipandang sebagai langkah nyata untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, terjangkau, serta sesuai kebutuhan masyarakat. OJK menilai bahwa keberhasilan Program PINTAR tidak hanya diukur dari penyaluran akses keuangan, tetapi juga dari peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak.


Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa perluasan akses keuangan harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"OJK mendukung pelaksanaan Program PINTAR sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses keuangan yang berkualitas. Perluasan akses keuangan tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi harus diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap upaya peningkatan inklusi keuangan perlu diimbangi dengan literasi yang memadai serta pelindungan konsumen yang optimal", tegas Agus.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian, Dr. Erdiriyo, SE., MM., menjelaskan bahwa Program PINTAR merupakan bagian dari agenda dan strategi nasional percepatan inklusi keuangan yang menyasar kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan. Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," ujar Erdiriyo.


Berdasarkan laporan RISE, saat ini masih terdapat 161 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Paninggaran. Target tahun 2026 adalah penurunan minimal 10 persen melalui penguatan akses simpanan, pembiayaan produktif, dan kepemilikan asuransi. Hasil survei RISE juga menunjukkan bahwa masyarakat Desa Paninggaran memiliki tingkat kesadaran yang cukup baik terkait pentingnya menabung dan memiliki asuransi. OJK memandang hal ini sebagai modal sosial yang kuat untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan di Desa Paninggaran.


Melalui FGD ini, OJK menegaskan dukungan dan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal dan mendampingi implementasi Program PINTAR agar mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara finansial dan berkontribusi pada pemerataan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. (wandi)
AADD Biro Jasa STNK
Back To Top